hafiz razak

Tuesday, November 23, 2010

PERANG SAUDARA KOREA BUKA LALUAN AMERIKA KE ASIA



Perang Korea bermula sebagai perang saudara dari 1950 hingga 1953 di Semenanjung Korea, yang telah dibahagikan kepada kawasan taklukan Amerika Syarikat dan kawasan taklukan KRSS selepas Perang Dunia II. Perang saudara ini bermula pada 25 Jun 1950, apabila Korea Utara menyerang Korea Selatan. Peperangan ini berkembang pesat apabila Amerika Syarikat, dan selepas itu Republik Rakyat China campur tangan dalam konflik ini. Konflik ini tamat selepas gencatan senjata tercapai pada 27 Julai 1953.

Perang Korea merebak sehingga menjadi medan pertelingkahan ideologi – ideologi Komunisme (diterajui oleh Soviet Union, China dan dengan Korea Utara sebagai penggerak) dan ideologi demokrasi yang ditegakkan oleh Amerika Syarikat yang mahukan kerajaan Korea Selatan terus bertahan dan bertapak. (Ketika konflik ini bermula, terdapat beberapa medan persaingan ideologi yang dilancarkan oleh pergerakan komunisme seperti Darurat di Semenanjung Tanah Melayu, pemberontakan menentang penguasaan Perancis di Indochina)
China memberikan sokongan kuat kepada Korea Utara. Kesatuan Soviet juga memberikan sokongan material dan juga personnel – juruterbang pesawat Mig-15 yang bertembung dengan juruterbang Amerika Syarikat ramai terdiri daripada jurterbang Soviet. Korea Selatan menerima sokongan dan bantuan dari Bangsa-Bangsa Bersatu (dengan diterajui oleh Amerika Syarikat).
Di Korea Selatan, peperangan ini dikenali sebagai Perang 6•25 (Korea :6•25 (전쟁)) walaupun secara formalnya dipanggilsebagai Han-guk Jeonjaeng (Korea : 한국전쟁, bermakna “Perang Korea”. Di Korea Utara, konflik ini dikenali secara formalnya sebagai Perang Pembebasan Tanahair (Fatherland Liberation War (조국해방전쟁))
Amerika Syarikat secara rasmiya mentakrifkan perang ini sebagai operasi ketenteraman ataupun “policing action”, walaupun secara meluasnya konflik ini dikenali dengan panggilan Perang Korea. Penggunaan operasi ketenteraman oleh kerajaan Ameriak Syarikat (Pentadbiran Presiden Truman) adalah untuk mengelakkan keperluan Presiden Truman mendapakan mandat pengisytiharan perang oleh Kongres Amerika Syarikat.
Sebilangan pihak memanggil konflik ini “Perang Yang Dilupakan” (The Forgotten War) kerana konflik ini terlaksana pada skala yang besar tetapi tidak diberikan perhatian berbanding dengan Perang Dunia II dan juga Perang Vietnam.

Pada tanggal 1 Oktober 1950, Komando PBB mendorong tentara Korut hingga ke Utara, melewati paralel ke-38, Republik Korea kemudian mengejar mereka masuk ke wilayah Korea Utara. Enam hari kemudian, pada 7 Oktober, dengan otorisasi dari PBB, pasukan Komando PBB mengikuti pasukan Republik Korea menyerang ke wilayah Utara.[8] Angkatan Darat AS kedepalam dan tentara Republik Korea menyerang ke bagian Barat Korea, dan berhasil merebut Pyongyang, ibukota Korea Utara, pada 19 Oktober 1950. Di akhir bulan, pasukan PBB menahan 135,000 tawanan perang; dan mereka melihat adanya perpecahan di tentara Korea Utara.
Jenderal MacArthur dan beberapa politisi Amerika sempat mengusulkan untuk menyerang Komunis Cina untuk menghancurkan depot Tentara Rakyat China yang memasok kebutuhan perang Korea Utara, namun Presiden Truman tidak setuju, dan memerintahkan Jenderal MacArthur tidak melewati perbatasan Sino-Korea.

Pada Konferensi Potsdam (Juli—Agustus 1945), Sekutu secara sepihak memutuskan untuk membagi Korea tanpa melakukan konsultasi dengan pihak Korea sendiri. Hal ini tidak sesuai dengan Konferensi Kairo (November 1943), ketika Churchill, Chiang Kai-shek, dan Franklin D. Roosevelt mendeklarasikan bahwa Korea harus menjadi negara bebas dan merdeka. Selain itu, sebelumnya, Konferensi Yalta (Februari 1945) mengizinkan Stalin membangun "zona penyangga" Eropa — negara satelit yang berada di bawah Moskwa — sebagai balasan karena telah membantu Amerika Serikat di Perang Pasifik melawan Jepang.

Pada tanggal 10 Agustus, Tentara Merah menguasai bagian utara semenanjung Korea, sebagaimana yang telah disepakati, dan pada tanggal 26 Agustus berhenti di paralel utara ke-38 selama 3 minggu untuk menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat di Selatan. Pada hari itu pula, dengan semakin dekatnya jadwal kapitulasi Jepang (15 Agustus), Amerika Serikat ragu Uni Soviet akan mengakui peran mereka dalam "komisi bersama", perjanjian pendudukan Korea yang disponsori Amerika Serikat. Sebulan sebelumnya, untuk memenuhi persyaratan politik-militer Amerika Serikat, Kolonel Dean Rusk dan Charles Bonesteel III membagi semenanjung Korea menjadi dua di garis lintang 38 derajat setelah dengan terburu-buru (tiga puluh menit) memutuskan bahwa Daerah Pendudukan AS di Korea harus setidaknya memiliki dua pelabuhan.

Untuk menjelaskan mengapa zona demarkasi (paralel ke-38) terlalu selatan, Rusk mengatakan, "bahkan meskipun perbatasan itu lebih ke utara daripada yang dapat secara realistis dicapai oleh pasukan Amerika, dalam hal terjadi perselisihan Soviet... kami merasa penting untuk menyertakan ibu kota Korea sebagai tanggung jawab pasukan Amerika," terutama ketika "dihadapkan dengan kurangnya jumlah pasukan AS yang tersedia, juga faktor ruang dan waktu, yang mengakibatkan sulitnya pasukan mencapai lebih jauh ke utara sebelum pasukan Soviet sampai terlebih dahulu.” Pasukan Soviet setuju dengan demarkasi itu.

Dengan berkuasanya pemerintahan militer, Jenderal John R. Hodge secara langsung mengontrol Korea Selatan (USAMGIK 1945–48). Ia memperkuat kontrolnya dengan cara: pertama, mengembalikan kekuasaan administrator-administrator kunci kolonial Jepang dan juga polisi kolabolatornya; kedua menolak pengakuan USAMGIK terhadap Republik Rakyat Korea (Agustus–September 1945)—pemerintahan sementara Korea yang mulai berkuasa di semenanjung Korea—karena dianggap sebagai komunis. Kebijakan AS, yang menolak pemerintahan populer di Korea, menimbulkan gejolak dalam masyarakat, dan mengakibatkan munculnya Perang Saudara Korea. Pada 3 September 1945, Letnan Jendral Yoshio Kozuki, komandan, Tentara Wilayah ke-17 Jepang, menghubungi Hodge, mengatakan bahwa tentara Soviet mulai bergerak ke arah selatan lintang 38 derajat di Kaesong. Hodge mempercayai keakuratan informasi itu.

Pada Desember 1945, Korea di bawah Komisi Bersama AS-Uni Soviet menyetujui Konferensi Menteri Luar Negeri Moskwa (Oktober 1945), lagi-lagi tanpa melibatkan pihak Korea. Komisi tersebut memutuskan bahwa negara tersebut akan merdeka setelah lima tahun di bawah kepemimpinan dewan perwalian.[8][22] Rakyat Korea marah dan memulai revolusi di Selatan, beberapa hanya melakukan protes, sisanya mengangkat senjata; untuk menahannya, USAMGIK melarang demonstrasi (8 Desember 1945) dan mencabut perlindungan hukum terhadap Pemerintahan Revolusioner dan Komite Rakyat Republik Rakyat Korea pada 12 Desember 1945.

Penindasan kedaulatan ini mengakibatkan 8.000 pekerja kereta api berunjuk rasa pada 23 September 1946 di Pusan, yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Korea yang dikuasai AS; USAMGIK pun kehilangan kekuasaannya. Pada 1 Oktober 1946, polisi Korea membunuh tiga mahasiswa dalam "Pemberontakan Daegu"; rakyat menyerang balik dan membunuh 38 polisi. Demikian pula pada tanggal 3 Oktober, sekitar 10.000 orang menyerang kantor polisi Yeongcheon, membunuh tiga anggota polisi dan melukai 40 orang lainnya; di tempat lain, massa membunuh 20 tuan tanah dan pejabat Korea Selatan yang pro-Jepang. USAMGIK mendeklarasikan hukum perang untuk mengontrol Korea Selatan.
Kelompok sayap-kanan Representative Democratic Council, yang dipimpin oleh nasionalis Syngman Rhee, menentang perwalian Soviet-Amerika di Korea, berpendapat bahwa setelah tiga puluh lima tahun (1910–45) dikuasai pemerintah kolonial Jepang (pemerintah asing), rakyat Korea menolak dipimpin pemerintahan asing lainnya, termasuk AS dan Soviet. Untuk mendapatkan keuntungan dari memanasnya suhu perpolitikan, AS keluar dari Persetujuan Moskwa—dan membentuk pemerintahan sipil anti-komunis di Korea Selatan. AS juga melakukan pemilu yang kemudian ditentang, dan diboikot oleh Uni Soviet untuk memaksa AS mematuhi Persetujuan Moskwa.

Resultan pemerintah anti-komunis Korea Selatan yang mengumumkan secara resmi konstitusi politik nasional (17 July 1948) memilih Syngman Rhee (20 July 1948) sebagai presiden dan mendirikan Republik Korea Selatan pada 15 Agustus 1948.[26] Demikian juga di Zona Pendudukan Rusia, Uni Soviet mendirikan pemerintahan komunis Korea Utara[8] yang dipimpin oleh Kim Il-sung. Presiden Korea Selatan Syngman Rhee mengusir komunis dan anggota kelompok sayap kiri dari panggung perpolitikan nasional. Merasa dicabut haknya, mereka pergi ke daerah perbukitan dan bersiap melakukan perang gerilya melawan pemerintahan Republik Korea yang disokong oleh Amerika Serikat.

Para nasionalis, baik Syngman Rhee dan Kim Il-Sung, bermaksud menyatukan Korea, namun di bawah sistem politik yang dianut masing-masing pihak. Dengan persenjataan yang lebih baik, Korea Utara berhasil meningkatkan ketegangan di perbatasan, dan kemudian menyerang setelah sebelumnya melakukan provokasi. Sebaliknya, Korea Selatan, dengan bantuan terbatas dari Amerika Serikat, tidak mampu menandinginya. Pada awal masa Perang Dingin itu, pemerintah AS menganggap semua komunis dari bangsa apapun adalah anggota blok Komunis yang dikontrol atau setidaknya mendapat pengaruh dari pemerintahan Moskwa; akibatnya AS mengaggap perang sipil di Korea sebagai manuver hegemoni dari Uni Soviet.

Tentara AS mundur dari Korea tahun 1949, meninggalkan tentara Korea Selatan dengan sedikit persenjataan. Di lain pihak, Uni Soviet memberikan bantuan persenjataan dalam jumlah banyak ke tentara Korea Utara dan mendukung rencana invasi Kim Il-Sun.

Saturday, November 20, 2010

3 STRATEGI PEPERANGAN AMALAN CHINA



Negara China mempunyai sejarah yang panjang dalam hal peperangan antar kerajaannya. Sehingga banyak orang pintar yang menjadi penasehat perang atau para jendral harus mengadu strategi untuk memenangkan sebuah peperangan. Di antaranya yang paling terkenal adalah Sun Tsu , Sun Bing , Qin Shi Huang, Liu Bang, Cao-Cao, Zhuge Liang , dll. Nah tulisan kali ini kita hanya akan membahas 3 strategi perang China jaman dulu yang dikembangkan dan dipraktekkan di jaman modern ini terutama di Indonesia. Kenapa cuma tiga ? Karena ada ribuan atau mungkin ratusan ribu strategi perang yang mereka terapkan jaman dulu yang tidak mungkin kita bahas satu persatu. Nah apa-apa saja strategi perangnya itu ? Mari kita bahas satu persatu.

1. Untuk menaklukan dunia saya tidak perlu memiliki seribu pasukan tetapi saya hanya butuh satu anak perempuan yang paling cantik di negeri ini. (Sun Tsu)

Maksud dari tulisan ini adalah :
Pada jaman dahulu di negeri China seorang Kaisar dapat memiliki selir hingga mencapai 200 orang. Bagi yang memiliki anak perempuan yang cantik dapat di ajukan ke Kaisar untuk dipersunting sebagai selir. Nah kalau kita memiliki seorang anak perempuan yang cantik bahkan paling cantik di negeri itu maka otomatis pasti akan dijadikan selir oleh Kaisar. Dan dengan menjadi yang tercantik dari semua selir yang di miliki Kaisar maka tentunya akan menjadi selir kesayangan Kaisar yang mana akan dipenuhi semua permintaannya oleh Kaisar. Jadi dengan begitu kita bisa memerintah kerajaan melalui sang anak.
Jadi inti dari seni perang ini adalah mempergunakan daya tarik wanita atau di negeri China dikenal dengan strategi " JEBAKAN WANITA CANTIK "

Bagaimana hal ini dipraktekan di jaman modern ???
Teori ini dikembangkan dengan baik di bidang pemasaran dan politik.
Kita bisa lihat bagaimana tenaga-tenaga wanita dijadikan Sales Promotion Girls untuk menarik pembeli atau pengunjung suatu event dan bagaimana tenaga wanita juga dijadikan Lady Escourt yang kerjanya melakukan lobby kepada klien guna memenangkan sebuah tender. Selain dari pada itu kita juga mendengar wanita dimanfaatkan untuk menghancurkan karir seseorang dengan memakai jasa mereka sebagai pembuat scandal kepada lawan bisnis atau politik.

2. Setelah sampai didaerah musuh bakar kapal dan buang persediaan makan. (Xiang Yu)
Maksud dari teori ini adalah :
Ketika seorang Jendral kejam yang bernama Xiang Yu ingin memaksa anak buahnya berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan maka cara yang ditempuhnya adalah dengan mengancam kelangsungan hidup dari para tentaranya dengan membakar kapal untuk mereka pulang serta membuang semua perbekalan untuk makan mereka. Sehingga kalau mereka tetap ingin hidup jalan satu-satunya adalah memenangkan perang. Karena kalau mereka dapat memenangkan peperangan berarti mereka dapat merampas semua kebutuhan yang mereka butuhkan dari pihak musuh yang kalah.

Di jaman modern strategi ini dipraktekan di bidang perdagangan atau lebih tepatnya di bidang Ketenaga kerjaan.
Cara yang dilakukan pengusaha atau perusahaan adalah dengan memberikan gaji yang kecil dan pas-pasan kepada karyawan agar mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan baru bisa mencukupi kebutuhan mereka kalau mereka mencapai target yang ditentukan perusahaan dengan imbalan bonus dari pencapaian target. Jadi dengan gaji yang pas-pasan atau malah kurang, maka tanpa disuruhpun para pegawai mereka akan bekerja mati-matian untuk mencapai target yang ditentukan agar menerima bonus yang dijanjikan perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

3. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. ( Sam Kok )
Apa maksud dari tulisan diatas ???
Maksudnya adalah ketika melakukan pencurian di istana kaisar maka tempat yang paling aman bersembunyi adalah di istana itu sendiri. Kenapa ??? Karena kebiasaan orang mencuri di istana kaisar pasti sudah lari terbirit-birit dengan memakai jurus langkah sejuta. Karena kalau ketahuan mencuri akan langsung di hukum pancung atau disiksa sampai mati . Maka dengan tetap di istana bahkan berteriak maling dan ikut serta dalam pencarian pencuri itu maka pasti orang tidak akan menyangka bahwa dialah yang melakukan pencurian karena semua orang tidak akan mempuyai nyali seperti itu.

Dijaman sekarang ini strategi perang ini malah lebih sering kita temukan di Indonesia. Para pejabat atau pemilik kekuasaan yang melakukan korupsi akan lebih dulu teriak maling kepada orang lain dan bertindak seakan-akan ingin memberantas korupsi agar orang menyangka dirinya bersih dari korupsi. Orang sudah pasti akan berpaling kepada orang yang diteriakan dari pada kepada dirinya yang pura-pura bersih bahkan orang akan mendukungnya atas usahanya memberantas korupsi padahal dialah biang dari korupsi itu.

Dari tulisan diatas kita dapat melihat bahwa strategi perang China jaman dahulu tersebut telah dimodif sedemikian rupa agar dapat dipergunakan di abad modern ini . Tetapi yang sangat disayangkan mereka menggunakannya untuk kepentingan dan keperluan yang negatif.

Wednesday, November 17, 2010

PEMIKIRAN STRATEGIK DR. M

PEMIKIRAN ialah apa saja yang difikirkan dalam fakulti akal. Maknanya terlalu umum. Ia juga
membawa maksud lintasan dalam akal. Ia juga bermakna suatu upaya membuat analisis (mencari baik
buruk) mengenai sesuatu yang difikirkan, membuat keputusan, melakukan menungan, membuat penelitian
atau kajian dan sebagainya. Semua usaha ini berlaku dalam akal manusia. Jadi pemikiran hanyalah teori
semata-mata jika tidak diterjemahkan dalam bentuk pelaksanaan.

Pemikiran strategik (PS) pula berlangsung dalam akal secara mendalam, radikal, drastik dan menyeluruh.
Unsur yang penting dalam PS ialah unsur strateginya iaitu langkah yang dilaksanakannya dengan
memanfaatkan taktik atau kaedah yang bersembunyi, boleh berbentuk menyerang (ofensif) dan
mempertahankan (defensif), memiliki unsur pertandingan dan sebagainya. Jadi, pemikiran strategik ialah
pemikiran yang menggunakan unsur strategi dan taktikal untuk mencapai matlamat. PS juga disebut
sebagai pemikiran analitikal atau pemikiran logik yang memanfaatkan unsur strategi dan taktikal untuk
mencapai matlamat atau mencapai kemenangan. Untuk membolehkan seseorang berpemikiran strategik
mereka haruslah:

1.Mempunyai kebolehan menganalisis yakni memahami kekuatan dan kelemahan sesuatu perkara;

2.Mempunyai kebolehan membaca secara kritis; dan

3.Mempunyai kebolehan melihat sesuatu perkara secara keseluruhan yakni secara wholistic.

Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Mahathir Mohamad, memiliki sekurang-kurangnya tiga kebolehan
pemikiran strategik seperti yang digariskan itu. Malah, ada orang mengatakan beliau memiliki lebih
daripada tiga kebolehan berfikir secara strategik. Persoalannya bukanlah jumlah kebolehan yang
dimilikinya, tetapi kemampuan menterjemah kemampuan berfikir secara strategik yang sedia dimilikinya
dalam bentuk tindakan yang memanfaatkan negara.

Contoh pertama: ketika beliau cuba menghasilkan projek kereta nasional seperti Proton Saga dan Kancil,
terlebih dulu beliau berfikir secara strategik.

Beliau terlebih dulu akan:

1.Membaca laporan mengenai kekuatan-kelemahan kereta yang dihasilkan di Barat;

2.Menganalisis sedalam-dalamnya peralatan sesebuah kereta, misalnya (komponen enjinnya dan
banyak lagi hal yang berkaitan dengan kereta); dan

3.Meminta diadakan taklimat mengenai kereta bukan di bilik pendingin hawa, tetapi di kilang kereta
itu sendiri (di Jepun) supaya beliau dapat melihat sendiri cara kereta Jepun dibuat.

Dengan pemikiran strategik ini, maka lahirlah idea membuat kereta tempatan. Maka, lahirlah Proton Saga,
Kancil dan Rusa yang sesuai dengan cita rasa setempat.

Contoh kedua: pemikiran strategik Dr Mahathir ialah ketika negara berura-ura membeli kapal terbang
pejuang supersonik MiG-29 buatan Russia. Terlebih dulu Dr Mahathir membaca komen mengenai
kekuatan dan kelemahan MiG-29. Ketika pameran LIMA di Langkawi, Mahathir meneliti, menganalisis
kekuatan dan kelemahan pesawat itu. Beliau bertanya kepada penganjur antarabangsa LIMA mengenai
hal teknikal yang relevan dengan MiG-29. Pertanyaan ini menyebabkan penganjur mengetahui bahawa Dr
Mahathir benar-benar mengetahui seluruh aspek MiG-29.

Contoh ketiga: bagaimana Dr Mahathir menggunakan pemikiran strategiknya untuk menumpaskan hujah
dan tohmahan George Bush (ketika itu Presiden Amerika) terhadap Malaysia pada Sidang Bumi di Rio de
Janerio, Brazil.

Hujah Bush: Malaysia menebang balak. Oleh itu Malaysia kekurangan hutan dan menyebabkan terjadinya
pencemaran alam. Ertinya Malaysia menyumbang kepada terjadinya pencemaran alam secara berleluasa.

Hujah balas Dr Mahathir: Negara manakah yang lebih banyak menyumbang kepada pencemaran
udara/alam. Malaysia atau Amerika?

Secara nyata Dr Mahathir mengemukakan fakta mengenai begitu banyak kereta di Amerika Syarikat
(AS) mengeluarkan asapnya. Malah, kilang di Amerika Syarikat juga mengeluarkan asap yang banyak
dan tidak terkawal. Asap daripada kenderaan dan kilang menyerap ke dalam udara Eropah malah angin
yang bertiup membawa pencemaran itu ke negara Asia. Ertinya negara-negara Asia ikut mendapat kesan
daripada pencemaran asap yang dimulakan di Amerika Syarikat. Malah, Malaysia juga ikut tercemar
akibat pencemaran alam buatan Amerika.

Sebaliknya meskipun Malaysia menebang balak tetapi penebangan ini hanyalah untuk tujuan
pembangunan. Malaysia mengusahakan cara yang terbaik untuk mengawal usaha pembangunan ini supaya
tidak berlaku pencemaran alam yang teruk. Jadi negara manakah yang sebenarnya yang mencemarkan
alam ini?

Berdasarkan kebolehannya menggunakan pemikiran strategiknya, dunia yang sebelum ini cuba menuding
jari kepada Malaysia akhirnya berpusing balik kepada Amerika dan menyedari kesalahannya.

Begitulah sekelumit senario sekitar penggunaan pemikiran strategik beliau di dalam dan di luar negara.

Pemikiran kreatif (PK) pula ialah pemikiran yang memanfaatkan khayalan, fantasi, angan-angan dan
wawasan dalam bentuknya yang kabur. Ia memanfaatkan imaginasi seseorang mengenai cita-cita,
wawasan, mamai atau mimpinya. Meskipun pada permulaannya ia cuma imaginasi dan fantasi yang tidak
dapat dibuktikan tetapi apabila ia dikonkritkan, disaring atau diberi penilaian, maka imaginasi atau yang
fantasi itu menjadi kenyataan.

Dr Mahathir juga berfikir menggunakan pemikiran kreatif. Antara pemikiran kreatif yang beliau hasilkan
ialah menyamakan waktu Semenanjung (waktu di Malaysia Barat sama dengan Sabah/Sarawak, dasar
pandang ke Timur, melaksanakan industri Berat, dasar penswastaan, Wawasan 2020, Koridor Raya
Multi Media (MSC), Siberjaya, Putera Jaya dan pemulihan ekonomi melalui Majlis Tindakan Ekonomi
Negara (MTEN).

Pemikiran Kreatif ini adalah secara umum. Bagaimanapun ada kaedah yang lebih khusus dalam pemikiran
kreatif ini dilaksanakan oleh Dr Mahathir. Dr Mahathir juga memanfaatkan cabang pemikiran kreatif yang
lain yang lebih radikal.

Misalnya, Pemikiran Lateral (pengasasnya Edward de Bono) yakni pemikiran yang gila-gila, yang tidak
masuk akal yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dan mencipta idea baru. Ia dibezakan daripada
cara lama yang diamalkan oleh pemikiran konvensional.

Pada 15 Julai 1993, kami menghadiri kursus Supertition Developing Creative Managers: To Outsmart the
Competition di Kuala lumpur.

"Dr Edward de Bono kini berada di pejabat Perdana Menteri. Kursus ditangguh sebentar" pengacara
mengumumkan bagi pihak penganjur. De Bono ialah penceramah bagi kursus yang diadakan sepanjang
hari itu.

"De Bono di pejabat Perdana Menteri, buat apa ya?" saya bertanya sendiri. Tiada jawapan.
Bagaimanapun saya cuba membuat tanggapan dan kesimpulan. De Bono adalah guru pemikiran yang
terkenal di dunia yang mencipta teknik berfikir kreatif iaitu Pemikiran Lateral (Lateral Thinking).

Saya berasa Perdana Menteri memerlukan nasihat de Bono mengenai bagaimana cara untuk memajukan
negara. Boleh jadi, cetus hati saya. Dr Mahathir memang akrab dengan pemikir di dunia apa lagi kalau
mereka dapat membantu beliau memajukan negara.

Saya kira Dr Mahathir memang serius dalam soal reformasi dan inovasi negara. Pertemuan beliau dengan
de Bono, pada saya memang wajar. De Bono banyak membantu memperkembang korporat besar di
dunia dan memajukan sistem pendidikan yang ketinggalan dan sebagainya. Dalam banyak hal, beliau
berhasil menerapkan pemikiran lateral dalam pelbagai bidang kehidupan yang menuntut inovasi. Banyak
korporat dan sistem pendidikan di dunia ikut merasai sentuhan dan keberkesanan pemikiran lateral ini.

Malaysia demikian juga. Semenjak Dr Mahathir menjadi Perdana Menteri pada 16 Julai 1981, banyak
perubahan terjadi kepada rakyat dan negara. Kebanyakan perubahan ini cukup radikal dan mengejutkan.
Perubahan yang diperkenalkan oleh Dr Mahathir ada kalanya dipandang cukup radikal, menolak langsung
yang konvensional, melompat-lompat, kabur, tidak logik, mengarut, ganjil, tidak pernah dilakukan
sebelumnya, kompleks, mustahil, tak disangka-sangka, banyak memerlukan tafsiran, banyak
kemungkinan, mencabar dan banyak lagi.

Ada orang yang memandang perubahan ini dengan pandangan yang cukup positif. Perubahan ini dianggap
cukup kreatif, inovatif, exploratif, mencari terra incognita (daerah baru yang belum diterokai), memikirkan
perkara yang tidak terfikir, menjadikan kenyataan terhadap perkara mustahil dan sebagainya. Pada
mereka perubahan yang memanfaatkan hal-hal ini memang cukup wajar demi kemajuan dan kelangsungan
hidup negara.

Begitulah perubahan dalam keadaan apa pun diterima secara pro dan kontra. Yang penting dan yang
harus dipastikan ialah perubahan itu dapat dinikmati oleh rakyat dan negara. Dr Mahathir berhasil
membuktikan perubahan yang dibawanya dapat memanfaatkan negara walaupun beliau menerima kritikan
yang cukup hebat.

Apakah rahsia kehebatan perubahan Dr Mahathir? Pemikiran! Benar, pemikiran boleh saja ketinggalan
zaman atau boleh saja maju bergantung kepada cara orang menggunakannya. Dr Mahathir cenderung
menggunakan pemikiran untuk memajukan rakyat dan negara.

Beliau membuat sesuatu yang pelik, sesuatu yang mustahil dan tidak pernah dibuat orang sebelumnya.
Dengan perubahannya, beliau tidak peduli apa orang kata kerana kalau kita mendengar kata orang, tak
ada apa yang boleh dilakukan. Dr Mahathir melakukan perubahan dengan penuh keyakinan.

Selanjutnya ada gaya berfikir beliau yang memanfaatkan pemikiran rentas berani (breakthrough thinking)
dan pemikiran berisiko (risk thinking). Pemikiran rentas berani bukan saja memerlukan kekuatan
pemikiran kreatif malah keberanian melaksanakan idea kreatif dengan kekuatan luar biasa. Tatkala orang
lain pusing kepala bagaimana cara menangani kejatuhan nilai ringgit, Dr Mahathir muncul dengan kaedah
berfikir barunya.

Satu contoh pemikiran berisiko ialah pemikiran yang beliau manfaatkan apabila beliau menyerang George
Soros, spekulator mata wang antarabangsa. Dr Mahathir menganggap Soros sebagai penyangak mata
wang. Menyanggah Soros, pengarang buku The Crisis of global Capitalism apalagi tokoh kewangan dunia
adalah suatu risiko terhadap Dr Mahathir. Sebelum ini tiada pemimpin dunia yang berani menentang Soros
apa lagi pemimpin negara-negara Asia. Tetapi Dr Mahathir melakukannya dengan berani dan berisiko.

Kata Musashi "apabila seseorang mengerti kegunaan senjata, maka ia dapat menggunakan setiap senjata
dengan waktu dan keadaan." Saya percaya konsep senjata ini digunakan dengan berkesan oleh Dr
Mahathir untuk menewaskan musuh-musuhnya sehingga mereka tertiarap dan tidak dapat bangun lagi.
Kesimpulannya Musashi memanfaatkan kelemahan musuh dan kekuatan diri sendiri.

Sun Tzu dalam strategi peperangannya yang dipaparkan dalam buku Seni Peperangan pernah menyebut
"sama ada musuh akan melakukan kesilapan yang membolehkan kita berkesempatan menewaskannya
terletak di tangan mereka" dan "kita harus menyerbu apabila yakin akan mencapai kemenangan."
Pemikiran begini diikuti tindakan digunakan sebaiknya oleh Dr Mahathir untuk menangani
musuh-musuhnya terutama yang degil. Ternyata musuh kecundang sementara Dr Mahathir tetap utuh.

GMUKM PERSOAL KREDIBILITI PENTADBIRAN UKM

Harakahdaily



BANGI, 22 Okt: Gabungan Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (GMUKM) berpandangan isu penglibatan dua orang siswa UKM dalam Perhimpunan Agung Umno di PWTC sebagai suatu perkara yang harus dipandang serius oleh semua pihak khususnya pentadbiran universiti.

Pengerusinya, Mohd Hafiz Abdul Razak berkata, siswa tersebut dipercayai daripada Fakulti Pengajian Islam serta Fakulti Kejuruteraan & Alam Bina UKM didapati telah mengambil bahagian dalam perbarisan perasmian Perhimpunan Agung Umno yang kini sedang berlangsung.

“Kami di peringkat Gabungan Mahasiswa UKM berpendirian bahawa pihak pentadbiran UKM harus menjalankan siasatan secepat mungkin demi menjawab segala persoalan yang timbul tentang isu ini,” ujarnya.

Tambahnya, pihak pentadbiran UKM perlu membuat penjelasan bagaimana sebuah universiti yang sepatutnya bersifat non-partisan tetapi bertindak pihak tertentu mempergunakan siswa dalam program parti politik mereka.

Selain itu, ujarnya, pihak pentadbiran universiti dan Kementerian Pengajian Tinggi perlu memberi penjelasan sama ada mahasiswa tersebut akan diambil tindakan sama seperti kes UKM4 yang didakwa di bawah Auku.

GMUKM juga, katanya menggesa pihak Kementerian Pengajian Tinggi khususnya Datuk Seri Khaled Nordin mengeluarkan kenyataan rasmi berhubung dengan kes itu.

“Pihak Kementerian Pengajian Tinggi perlu menubuhkan suruhanjaya siasatan khas untuk menyiasat dakwaan bahawa ada kakitangan pentadbiran UKM terang-terangan pernah menyatakan sokongan terhadap sebuah parti politik dalam sebuah majlis rasmi di UKM,” katanya lagi.

Menurutnya lagi, GMUKM turut bersimpati dengan nasib kedua orang siswa itu yang jelas dipergunakan oleh pihak-pihak tertentu atas kepentingan agenda politik mereka.

Tambahnya, kedua orang siswa tersebut tidak harus diarahkan ke program tersebut atas kapasiti badan beruniform yang dianggotai mereka kerana ia dilihat mencabuli etika disiplin badan beruniform tersebut yang seharusnya bersifat non-partisan.

“Justeru di sini GMUKM berpendirian tegas bahawa mahasiswa tidak wajar dijadikan alat parti politik kerana mahasiswa itu ada idealismenya tersendiri dan seharusnya bebas daripada cengkaman mana-mana parti politik,” katanya lagi.

GMUKM juga, ujarnya amat berharap kampus UKM akan sentiasa mengekalkan identiti universiti itu sendiri sebagai pusat ilmu yang unggul.

Monday, November 15, 2010

Konsep Penentuan Awal Bulan Islam dan hari kebesaran islam dimalaysia

1. PENDAHULUAN
Penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh umat Islam khasnya dalam menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah adalah berdasarkan kepada pergerakan bulan dan bumi mengelilingi matahari.
Ia menjadi asas perhitungan awal bulan dan tahun yang mempunyai hubungkait yang rapat dengan ibadah puasa, hari raya dan hari raya korban.
Berdasarkan pedoman yang terdapat di dalam Al-Quran dan Hadis dan juga pendapat ulama daripada kitab-kitab muktabar, lahir tiga amalan yang berbeza dalam menentukan awal bulan ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah dengan kaedah berikut:-


a) Rukyah ( melihat anak bulan ) semata-mata.
b) Hisab Falak semata-mata.
c) Rukyah dan Hisab dengan menggunakan criteria imkanur-rukyah iaitu menggunakan hisab dalam menentukan kebolehnampakan anak bulan ( Hilal ).
Wujudnya perbezaan amalan dan cara di atas, adalah daripada perbezaan dalam memahami dan mentafsir maksud ayat-ayat Al-Quran dan Hadis yang berkaitan.Malaysia adalah sebuah negara yang mengamalkan cara penentuan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah dengan rukyah dan hisab berdasarkan kepada kriteria imkanur rukyah.
Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai cara penentuan awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah yang di amalkan di Malaysia dan asas-asas yang digunakan dalam melaksanakan kaedah tersebut.
2. DALIL-DALIL SYARAK MENGENAI PENENTUAN AWAL BULAN RAMADHAN, SYAWAL DAN ZULHIJJAH.
Nas Al-Quran dan Hadis banyak menerangkan panduan menentukan awal bulan atau waktu-waktu terutama dalam melaksanakan ibadat.
a) Firman Allah SW.T Surah Al-Baqarah ayat 189:


Maksudnya:
"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.Katakanlah bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi ibadah haji......."



Hadis Rasulullah S.A.W. diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Bukhari:


Maksudnya:
"Berpuasalah kamu kerana melihat Hilal dan berbukalah kamu kerana kamu melihat Hilal.Bila Hilal tertutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan bulan Syaaban tiga puluh".



Pendapat Ulama' Daripada Kitab-kitab Muktabar.
Daripada Kitab Bidayatul Mujtahid dari Juzuk pertama
( muka surat 242-243 ).
Maksudnya:
"Bila Hilal ditutupi awan, maka ia kembali kepada Hisab yang berdasarkan bulan dan matahari, itulah mazhabnya Muttarraf Bin Suhair, beliau termasuk ulama' besar tabi'in dan Ibnu Suraj bercerita daripada Imam Syafie bahawa Imam Syafie berkata; orang yang mazhabnya itu mengambil pedoman dengan bintang-bintang dan kedudukan bulan kemudian jelas baginya menurut dalil tersebut, bahawa bulan telah boleh dilihat tetapi tertutup oleh awan, maka orang tersebut boleh melaksanakan puasa dan cukuplah baginya".



Berdasarkan dalil-dalil Al-quran, Hadis dan pendapat ulama' serta kajian astronomi moden, penyelesaian jalan tengah dengan cara rukyah dan hisab adalah menjadi pilihan untuk diamalkan di Malaysia kerana ia lebih hampir kepada kehendak syarak.
3. FAKTOR PERSELISIHAN
3.1) Punca-punca perselisihan berlaku dari segelintir rakyat Malaysia yang dikenali dengan kumpulan Islah.Golongan tersebut tidak menerima pengisytiharan rasmi Hari Raya Korban Kerajaan Malaysia yang telah diisytiharkan oleh Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia pada tahun 2000 dan 2001 Miladiah yang lalu.Golongan tersebut menyambut Hari Raya Korban berdasarkan pengisytiharan Wukuf di Padang Arafah oleh Kerajaan Arab Saudi.
3.2) Perselisihanjuga berlaku kerana terdapat kekeliruan pendapat pada 9 Zulhijjah (Hari Wukuf), sunat berpuasa pada hari tersebut dan ganjaran pahalanya sama dengan setahun beribadah. Kebanyakan rakyat malaysia terkeliru dan tidak mengetahui kaedah dan syarat-syarat penetapan awal bulan Zulhijjah yang digunakan oleh Kerajaan Arab Saudi.


4. RASIONAL DARI SUDUT MATLAK ( TEMPAT TERBIT ) DI MALAYSIA.
4.1) Kerajaan Arab Saudi menggunakan matlak dengan kaedah rukyah semata-mata, terbuka kepada semua rakyatnya.Sesiapa yang melihat Hilal Zulhijjah boleh melaporkan kepada pihak yang bertanggungjawab atau berkuasa dengan saksi.
Kerajaan Malaysia menetapkan awal bulan Zulhijjah dengan menggunakan kaedah rukyah dan hisab berdasarkan kriteria imkanur rukyah dengan mengambil kira matlak negara-negara MABIMS.Pada 29 Zulkaedah semua tempat cerapan rasmi sebanyak 26 tempat di seluruh Malaysia akan dicerap oleh Ahli Jawatankuasa Melihat Anak Bulan dengan menggunakan peralatan moden seperti teleskop digital dan teodolit.
4.2) Terdapat perbezaan matlak yang jauh diantara Malaysia dan Arab Saudi. Perbezaan waktu antara kedua-dua negara ialah lima jam. Oleh itu ketika Hilal dilihat di Arab Saudi, kedudukan hilal tersebut berada pada kedudukan 1.25° lebih tinggi di Matla' Malaysia.
4.3) Bagi rakyat negara Malaysia yang bermazhab Syafie, mereka perlu memahami bahawa setiap negara di dunia ini mempunyai matla' atau kawasan lingkungannya sendiri. Oleh itu Malaysia tidak harus mengikut keputusan cerapan hilal yang dilaksanakan oleh Arab Saudi.


5. HUKUM PUASA DAN MAKLUMAT YANG BERKAITAN
Umumnya, masyarakt Islam mengetahui adanya puasa sunat pada hari Arafah. Puasa ini sunat dilakukan oleh mereka yang tidak mengerjakan haji. Pelakunya dijanjikan dengan ganjaran yang besar sebagaimana sabda Rasulullah S.A.W.
Daripada Abi Qatadah yang berbunyi :-



Maksudnya:
Daripada Abi Qatadah bahawa Nabi S.A.W. ditanya mengenai puasa pada hari Arafah. Banginda menjawab : Ia menghapuskan dosa yang dikerjakan pada tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.
(Riwayat Muslim)



Sekiranya diteliti, hadis di atas dan dalil yang lain menerangkan kelebihan mereka yang berpuasa pada hari Arafah. Namun demikian, kita perlu mengetahui pada waktu bilakah umat Islam di Malaysia dan Arab Saudi dan juga perbezaan matla'. Kita perlu memilih sama ada berpuasa pada hari Arafah sebenar di Arab Saudi atau mengikut takwin sebenar kita di Malaysia. Hukum berpuasa pada salah satu hari tersebut tetap sah.
Faktor kedudukan geografi dan kesesuaian negara Malaysia menentukan setiap awal bulan Islam dengan menggunakan kaedah rukyah dan hisab berdasarkan kreteria Imkanur rukyah adalah satu perkara yang perlu diambil perhatian. Konsep penentukan awal bulan Islam adalah berdasarkan kaedah jangkaan kenampakan anak bulan atau Imkanur rukyah yang mengikut syarat berikut :-
Ketika matahari terbenam.
a) Ketinggian (altitud) bulan tidak kurang daripada 2°
Dan
b) Jarak lengkok matahari tidak kurang 3°
Atau
c) Ketika matahari terbenam umur bulan tidak kurang daripada 8 jam.

6. ASAS PERTIMBANGAN KEPUTUSAN PERLU DI KEKALKAN.

6.1) Kaedah penetapan Hari Raya Korban mengikut kaedah Hisab dan Rukyah berdasarkan imkanurrukyah sama seperti penetapan awal bulan Ramadhan dan Syawal adalah lebih sesuai untuk diamalkan di Malaysia.
6.2) Bedasarkan keputusan Majlis Raja-Raja Malaysia dan persetujuan Mufti seluruh negeri-negeri di Malaysia bagi penetapan awal Zulhijjah seperti penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal dengan melihat anak bulan di tempat rasmi seluruh Malaysia.
6.3) Perbezaan zon masa di antara Malaysia dan Arab Saudi adalah jauh selama (5) lima jam berdasarkan GMT Malaysia (8) lapan jam manakala Arab Saudi (3) tiga jam.
7. PENUTUP
Amalan Umat Islam di Malaysia menetapkan awal Zulhijjah dikekalkan dengan rukyah dan Hisab berdasarkan kriteria imkanur rukyah adalah bertujuan untuk di selaraskan dengan keputusan negara jiran tetangga iaitu Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Keputusan ini perlu dikelalkan untuk tujuan keharmonian bagi sesebuah negara dan tidak perlu mengikut pengisytiharan wukuf Arafah oleh kerajaan Arab Saudi. Hukum ibadah puasa yang dilakukan tiada terjejas dan ia melibatkan perkara sunat yang perlu kepada pemahaman terhadap ibadat tersebut. Semoga dengan risalah kecil ini akan memberi pendedahan kepada masyarakat agar tidak timbul kekeliruan tentang amalan yang digunakan di Malaysia pada masa sekarang dan yang akan datang. Wallahua'lam.

Disediakan oleh:
Bahagian Falak Syarie,
Jabatan Mufti Negeri Selangor