hafiz razak

Sunday, June 27, 2010

TERUSKAN !!! SESIAPA YANG BERGELAR MAHASISWA

Mahasiswa menutup tirai aksi tahun lalu dengan pelbagai kejutan yang dilakukan, dengan berlakunya peristiwa tuntutan Mahasiswa terhadap Kementerian Penganjian Tinggi supaya perlu diadakan Pilihanraya Kampus didalam suasana Demokrasi yang sebenar, terpacul satu lagi peristiwa bersejarah berlaku di UM atau lebih dikenali sebagai ROSMAH PUAKA, Mahasiswa terus meledakkan kemaraan aksi mereka dengan mencatat sejarah tersendiri rentetan berlakunya dakwaan mengaitkan 4 orang MAhasiswa UKM dengan pilihanraya kecil Hulu Selangor atau lebih dikenali sebagai UKM4.

Kesemua aksi ini buka setakat berhenti disini, malah pada tahun ini Mahasiswa terus mencatatkan sejarah gilang gemilang demi menuntut hak hak mereka yang dirasakan telah digari dengan akta AUKU. Baru baru ini juga berlaku satu peristiwa yang memeranjatkan seluruh mahasiswa UKM dengan keterlibatan pensyarah kesayangan Fakulti Pengajian Islam UKM ust fadlan DARI JABATAN AL QURAN SUNNAH masuk kedalam UMNO. kesemua ini menjadi satu fenomena yang mana mengajak Mahasiswa cakna akan isu isu berlegar diruangan angkasa mereka.

Apa yang penting kesemua peristiwa yang terjadi ini membuatkan mahasiswa rasa terpanggil untuk bersama terjerumus mengambil erti makna MAHASISWA yang dijolokkan kepada mereka. Sebagaimana yang diketahui semakin hari mahasiswa semakin berada dipersimpangan antara perjuangan idealisme dan pragmatisme, peranan mahasiswa sebagai agent of chang, agent of message dan guardian of value seolah-olah terus memudar seiring berjalanya waktu.

Amat janggal jika suara mahasiswa tidak kedengaran, seolah kontra dengan harapan pada mahasiswa sebagai aspirasi murni pembawa suara murni rakyat.? Mungkin catatan sejarah tidak lagi mencatat mahasiswa sebagai motor pengerak kepada perubahan sosial? Bagaimana pula dengan jolokan menara gading yang diberikan kepada kampus universiti? Atau apakah mahasiswa kini lebih suka dunggu daripada bakti siswa kepada sosial?

Realiti hari ini dilihat bahawa mahasiswa semakin jauh dengan masyarakat, asosial, egois sudah lama menjadi bualan mulut orang, mahasiswa lebih melulu kepada urusan akademik dan menjauji aktivitis kemasyarakatan, ungkapan mahasiswa sebagai agen perubahan menuntut mahasiswa harus selalu di hadapan sejajar dengan jolokan sebagai kaum intelektual dan kelompok yang terpilih, namun bukan beerti mahasiswa memisahkan diri dari masyarakat dengan gerakannya yang elitis dan bersifat eksklusif. Mahasiswa dan masyarakat bekerjasama ini kerana mahasiswa adalah sebahagian daripada masyarakat.

Mahasiswa kini sebok dengan essingment dalam bidang ilmu pengetahuan, terkadang tidak ubah seperti menampal balang yang bocor, jika pemerintah kini diibaratkan seperti balang yang bocor itu tadi, seharusnya mahasiswa mengambil peranan sebagai penampal kepada balang yang bocor tadi ataupun menjadi menggantikanya sahaja. Dalam hal ini mahasiswa berperanan sebagai kontrol politik mencari cara untuk melakukan kontrok tersebut dan harus memikirkan dan disesuaikan agar tetap berada diatas jalur damai.

Jika dikira terdapat banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa kini tipis dengan sensitiviti sosialnya dan sebok dengan urusan sendiri walaupun tidak semua mahasiswa begitu. Sebut sahaja sistem pendidikan kini yang besalut kapitalistik, yang hanya berbicara soal material dan penciptaan kuantiti, bukannya kualiti. Namun tak akan ada habisnya untuk kita menyalahkan itu dan ini jika tidak bermula dengan diri kita dan komuniti yang berhampiran kita terdahulu.

Sebaiknya mahasiswa tidak terjebak dengan polorisasi dan pengkotak-katik, akhirnya menguntungkan sesuatu pihak dan merugikan mahasiswa sendiri. Perbezaan ideologi mesti dilepaskan demi perjuangan atas nama masyarakat yang luas. Perjuangan ini menuntut kerja keras dan bahkan terkadang mengganggu jam belajar kuliah namun ini semua bukan boleh dijadikan alasan yang kukuh untuk mahasiswa berdia diri sahaja. Peranan mahasiswa boleh disesuaikan dengan kapasiti masing-masing misalnya mewujudkan budaya keilmuan seperti diskusi, dan menjadi pahlawan dalam bidang masing-masing serta turun kejalan sekala-sekala. Apa yang penting mahasiswa berani menunjukkan sikap dan komitmennya.

RENUNGAN KHUSUS BUAT MAHASISWA BARU SESI 2010/2011