hafiz razak

Tuesday, November 23, 2010

PERANG SAUDARA KOREA BUKA LALUAN AMERIKA KE ASIA



Perang Korea bermula sebagai perang saudara dari 1950 hingga 1953 di Semenanjung Korea, yang telah dibahagikan kepada kawasan taklukan Amerika Syarikat dan kawasan taklukan KRSS selepas Perang Dunia II. Perang saudara ini bermula pada 25 Jun 1950, apabila Korea Utara menyerang Korea Selatan. Peperangan ini berkembang pesat apabila Amerika Syarikat, dan selepas itu Republik Rakyat China campur tangan dalam konflik ini. Konflik ini tamat selepas gencatan senjata tercapai pada 27 Julai 1953.

Perang Korea merebak sehingga menjadi medan pertelingkahan ideologi – ideologi Komunisme (diterajui oleh Soviet Union, China dan dengan Korea Utara sebagai penggerak) dan ideologi demokrasi yang ditegakkan oleh Amerika Syarikat yang mahukan kerajaan Korea Selatan terus bertahan dan bertapak. (Ketika konflik ini bermula, terdapat beberapa medan persaingan ideologi yang dilancarkan oleh pergerakan komunisme seperti Darurat di Semenanjung Tanah Melayu, pemberontakan menentang penguasaan Perancis di Indochina)
China memberikan sokongan kuat kepada Korea Utara. Kesatuan Soviet juga memberikan sokongan material dan juga personnel – juruterbang pesawat Mig-15 yang bertembung dengan juruterbang Amerika Syarikat ramai terdiri daripada jurterbang Soviet. Korea Selatan menerima sokongan dan bantuan dari Bangsa-Bangsa Bersatu (dengan diterajui oleh Amerika Syarikat).
Di Korea Selatan, peperangan ini dikenali sebagai Perang 6•25 (Korea :6•25 (전쟁)) walaupun secara formalnya dipanggilsebagai Han-guk Jeonjaeng (Korea : 한국전쟁, bermakna “Perang Korea”. Di Korea Utara, konflik ini dikenali secara formalnya sebagai Perang Pembebasan Tanahair (Fatherland Liberation War (조국해방전쟁))
Amerika Syarikat secara rasmiya mentakrifkan perang ini sebagai operasi ketenteraman ataupun “policing action”, walaupun secara meluasnya konflik ini dikenali dengan panggilan Perang Korea. Penggunaan operasi ketenteraman oleh kerajaan Ameriak Syarikat (Pentadbiran Presiden Truman) adalah untuk mengelakkan keperluan Presiden Truman mendapakan mandat pengisytiharan perang oleh Kongres Amerika Syarikat.
Sebilangan pihak memanggil konflik ini “Perang Yang Dilupakan” (The Forgotten War) kerana konflik ini terlaksana pada skala yang besar tetapi tidak diberikan perhatian berbanding dengan Perang Dunia II dan juga Perang Vietnam.

Pada tanggal 1 Oktober 1950, Komando PBB mendorong tentara Korut hingga ke Utara, melewati paralel ke-38, Republik Korea kemudian mengejar mereka masuk ke wilayah Korea Utara. Enam hari kemudian, pada 7 Oktober, dengan otorisasi dari PBB, pasukan Komando PBB mengikuti pasukan Republik Korea menyerang ke wilayah Utara.[8] Angkatan Darat AS kedepalam dan tentara Republik Korea menyerang ke bagian Barat Korea, dan berhasil merebut Pyongyang, ibukota Korea Utara, pada 19 Oktober 1950. Di akhir bulan, pasukan PBB menahan 135,000 tawanan perang; dan mereka melihat adanya perpecahan di tentara Korea Utara.
Jenderal MacArthur dan beberapa politisi Amerika sempat mengusulkan untuk menyerang Komunis Cina untuk menghancurkan depot Tentara Rakyat China yang memasok kebutuhan perang Korea Utara, namun Presiden Truman tidak setuju, dan memerintahkan Jenderal MacArthur tidak melewati perbatasan Sino-Korea.

Pada Konferensi Potsdam (Juli—Agustus 1945), Sekutu secara sepihak memutuskan untuk membagi Korea tanpa melakukan konsultasi dengan pihak Korea sendiri. Hal ini tidak sesuai dengan Konferensi Kairo (November 1943), ketika Churchill, Chiang Kai-shek, dan Franklin D. Roosevelt mendeklarasikan bahwa Korea harus menjadi negara bebas dan merdeka. Selain itu, sebelumnya, Konferensi Yalta (Februari 1945) mengizinkan Stalin membangun "zona penyangga" Eropa — negara satelit yang berada di bawah Moskwa — sebagai balasan karena telah membantu Amerika Serikat di Perang Pasifik melawan Jepang.

Pada tanggal 10 Agustus, Tentara Merah menguasai bagian utara semenanjung Korea, sebagaimana yang telah disepakati, dan pada tanggal 26 Agustus berhenti di paralel utara ke-38 selama 3 minggu untuk menunggu kedatangan pasukan Amerika Serikat di Selatan. Pada hari itu pula, dengan semakin dekatnya jadwal kapitulasi Jepang (15 Agustus), Amerika Serikat ragu Uni Soviet akan mengakui peran mereka dalam "komisi bersama", perjanjian pendudukan Korea yang disponsori Amerika Serikat. Sebulan sebelumnya, untuk memenuhi persyaratan politik-militer Amerika Serikat, Kolonel Dean Rusk dan Charles Bonesteel III membagi semenanjung Korea menjadi dua di garis lintang 38 derajat setelah dengan terburu-buru (tiga puluh menit) memutuskan bahwa Daerah Pendudukan AS di Korea harus setidaknya memiliki dua pelabuhan.

Untuk menjelaskan mengapa zona demarkasi (paralel ke-38) terlalu selatan, Rusk mengatakan, "bahkan meskipun perbatasan itu lebih ke utara daripada yang dapat secara realistis dicapai oleh pasukan Amerika, dalam hal terjadi perselisihan Soviet... kami merasa penting untuk menyertakan ibu kota Korea sebagai tanggung jawab pasukan Amerika," terutama ketika "dihadapkan dengan kurangnya jumlah pasukan AS yang tersedia, juga faktor ruang dan waktu, yang mengakibatkan sulitnya pasukan mencapai lebih jauh ke utara sebelum pasukan Soviet sampai terlebih dahulu.” Pasukan Soviet setuju dengan demarkasi itu.

Dengan berkuasanya pemerintahan militer, Jenderal John R. Hodge secara langsung mengontrol Korea Selatan (USAMGIK 1945–48). Ia memperkuat kontrolnya dengan cara: pertama, mengembalikan kekuasaan administrator-administrator kunci kolonial Jepang dan juga polisi kolabolatornya; kedua menolak pengakuan USAMGIK terhadap Republik Rakyat Korea (Agustus–September 1945)—pemerintahan sementara Korea yang mulai berkuasa di semenanjung Korea—karena dianggap sebagai komunis. Kebijakan AS, yang menolak pemerintahan populer di Korea, menimbulkan gejolak dalam masyarakat, dan mengakibatkan munculnya Perang Saudara Korea. Pada 3 September 1945, Letnan Jendral Yoshio Kozuki, komandan, Tentara Wilayah ke-17 Jepang, menghubungi Hodge, mengatakan bahwa tentara Soviet mulai bergerak ke arah selatan lintang 38 derajat di Kaesong. Hodge mempercayai keakuratan informasi itu.

Pada Desember 1945, Korea di bawah Komisi Bersama AS-Uni Soviet menyetujui Konferensi Menteri Luar Negeri Moskwa (Oktober 1945), lagi-lagi tanpa melibatkan pihak Korea. Komisi tersebut memutuskan bahwa negara tersebut akan merdeka setelah lima tahun di bawah kepemimpinan dewan perwalian.[8][22] Rakyat Korea marah dan memulai revolusi di Selatan, beberapa hanya melakukan protes, sisanya mengangkat senjata; untuk menahannya, USAMGIK melarang demonstrasi (8 Desember 1945) dan mencabut perlindungan hukum terhadap Pemerintahan Revolusioner dan Komite Rakyat Republik Rakyat Korea pada 12 Desember 1945.

Penindasan kedaulatan ini mengakibatkan 8.000 pekerja kereta api berunjuk rasa pada 23 September 1946 di Pusan, yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Korea yang dikuasai AS; USAMGIK pun kehilangan kekuasaannya. Pada 1 Oktober 1946, polisi Korea membunuh tiga mahasiswa dalam "Pemberontakan Daegu"; rakyat menyerang balik dan membunuh 38 polisi. Demikian pula pada tanggal 3 Oktober, sekitar 10.000 orang menyerang kantor polisi Yeongcheon, membunuh tiga anggota polisi dan melukai 40 orang lainnya; di tempat lain, massa membunuh 20 tuan tanah dan pejabat Korea Selatan yang pro-Jepang. USAMGIK mendeklarasikan hukum perang untuk mengontrol Korea Selatan.
Kelompok sayap-kanan Representative Democratic Council, yang dipimpin oleh nasionalis Syngman Rhee, menentang perwalian Soviet-Amerika di Korea, berpendapat bahwa setelah tiga puluh lima tahun (1910–45) dikuasai pemerintah kolonial Jepang (pemerintah asing), rakyat Korea menolak dipimpin pemerintahan asing lainnya, termasuk AS dan Soviet. Untuk mendapatkan keuntungan dari memanasnya suhu perpolitikan, AS keluar dari Persetujuan Moskwa—dan membentuk pemerintahan sipil anti-komunis di Korea Selatan. AS juga melakukan pemilu yang kemudian ditentang, dan diboikot oleh Uni Soviet untuk memaksa AS mematuhi Persetujuan Moskwa.

Resultan pemerintah anti-komunis Korea Selatan yang mengumumkan secara resmi konstitusi politik nasional (17 July 1948) memilih Syngman Rhee (20 July 1948) sebagai presiden dan mendirikan Republik Korea Selatan pada 15 Agustus 1948.[26] Demikian juga di Zona Pendudukan Rusia, Uni Soviet mendirikan pemerintahan komunis Korea Utara[8] yang dipimpin oleh Kim Il-sung. Presiden Korea Selatan Syngman Rhee mengusir komunis dan anggota kelompok sayap kiri dari panggung perpolitikan nasional. Merasa dicabut haknya, mereka pergi ke daerah perbukitan dan bersiap melakukan perang gerilya melawan pemerintahan Republik Korea yang disokong oleh Amerika Serikat.

Para nasionalis, baik Syngman Rhee dan Kim Il-Sung, bermaksud menyatukan Korea, namun di bawah sistem politik yang dianut masing-masing pihak. Dengan persenjataan yang lebih baik, Korea Utara berhasil meningkatkan ketegangan di perbatasan, dan kemudian menyerang setelah sebelumnya melakukan provokasi. Sebaliknya, Korea Selatan, dengan bantuan terbatas dari Amerika Serikat, tidak mampu menandinginya. Pada awal masa Perang Dingin itu, pemerintah AS menganggap semua komunis dari bangsa apapun adalah anggota blok Komunis yang dikontrol atau setidaknya mendapat pengaruh dari pemerintahan Moskwa; akibatnya AS mengaggap perang sipil di Korea sebagai manuver hegemoni dari Uni Soviet.

Tentara AS mundur dari Korea tahun 1949, meninggalkan tentara Korea Selatan dengan sedikit persenjataan. Di lain pihak, Uni Soviet memberikan bantuan persenjataan dalam jumlah banyak ke tentara Korea Utara dan mendukung rencana invasi Kim Il-Sun.

Saturday, November 20, 2010

3 STRATEGI PEPERANGAN AMALAN CHINA



Negara China mempunyai sejarah yang panjang dalam hal peperangan antar kerajaannya. Sehingga banyak orang pintar yang menjadi penasehat perang atau para jendral harus mengadu strategi untuk memenangkan sebuah peperangan. Di antaranya yang paling terkenal adalah Sun Tsu , Sun Bing , Qin Shi Huang, Liu Bang, Cao-Cao, Zhuge Liang , dll. Nah tulisan kali ini kita hanya akan membahas 3 strategi perang China jaman dulu yang dikembangkan dan dipraktekkan di jaman modern ini terutama di Indonesia. Kenapa cuma tiga ? Karena ada ribuan atau mungkin ratusan ribu strategi perang yang mereka terapkan jaman dulu yang tidak mungkin kita bahas satu persatu. Nah apa-apa saja strategi perangnya itu ? Mari kita bahas satu persatu.

1. Untuk menaklukan dunia saya tidak perlu memiliki seribu pasukan tetapi saya hanya butuh satu anak perempuan yang paling cantik di negeri ini. (Sun Tsu)

Maksud dari tulisan ini adalah :
Pada jaman dahulu di negeri China seorang Kaisar dapat memiliki selir hingga mencapai 200 orang. Bagi yang memiliki anak perempuan yang cantik dapat di ajukan ke Kaisar untuk dipersunting sebagai selir. Nah kalau kita memiliki seorang anak perempuan yang cantik bahkan paling cantik di negeri itu maka otomatis pasti akan dijadikan selir oleh Kaisar. Dan dengan menjadi yang tercantik dari semua selir yang di miliki Kaisar maka tentunya akan menjadi selir kesayangan Kaisar yang mana akan dipenuhi semua permintaannya oleh Kaisar. Jadi dengan begitu kita bisa memerintah kerajaan melalui sang anak.
Jadi inti dari seni perang ini adalah mempergunakan daya tarik wanita atau di negeri China dikenal dengan strategi " JEBAKAN WANITA CANTIK "

Bagaimana hal ini dipraktekan di jaman modern ???
Teori ini dikembangkan dengan baik di bidang pemasaran dan politik.
Kita bisa lihat bagaimana tenaga-tenaga wanita dijadikan Sales Promotion Girls untuk menarik pembeli atau pengunjung suatu event dan bagaimana tenaga wanita juga dijadikan Lady Escourt yang kerjanya melakukan lobby kepada klien guna memenangkan sebuah tender. Selain dari pada itu kita juga mendengar wanita dimanfaatkan untuk menghancurkan karir seseorang dengan memakai jasa mereka sebagai pembuat scandal kepada lawan bisnis atau politik.

2. Setelah sampai didaerah musuh bakar kapal dan buang persediaan makan. (Xiang Yu)
Maksud dari teori ini adalah :
Ketika seorang Jendral kejam yang bernama Xiang Yu ingin memaksa anak buahnya berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan maka cara yang ditempuhnya adalah dengan mengancam kelangsungan hidup dari para tentaranya dengan membakar kapal untuk mereka pulang serta membuang semua perbekalan untuk makan mereka. Sehingga kalau mereka tetap ingin hidup jalan satu-satunya adalah memenangkan perang. Karena kalau mereka dapat memenangkan peperangan berarti mereka dapat merampas semua kebutuhan yang mereka butuhkan dari pihak musuh yang kalah.

Di jaman modern strategi ini dipraktekan di bidang perdagangan atau lebih tepatnya di bidang Ketenaga kerjaan.
Cara yang dilakukan pengusaha atau perusahaan adalah dengan memberikan gaji yang kecil dan pas-pasan kepada karyawan agar mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan baru bisa mencukupi kebutuhan mereka kalau mereka mencapai target yang ditentukan perusahaan dengan imbalan bonus dari pencapaian target. Jadi dengan gaji yang pas-pasan atau malah kurang, maka tanpa disuruhpun para pegawai mereka akan bekerja mati-matian untuk mencapai target yang ditentukan agar menerima bonus yang dijanjikan perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

3. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. ( Sam Kok )
Apa maksud dari tulisan diatas ???
Maksudnya adalah ketika melakukan pencurian di istana kaisar maka tempat yang paling aman bersembunyi adalah di istana itu sendiri. Kenapa ??? Karena kebiasaan orang mencuri di istana kaisar pasti sudah lari terbirit-birit dengan memakai jurus langkah sejuta. Karena kalau ketahuan mencuri akan langsung di hukum pancung atau disiksa sampai mati . Maka dengan tetap di istana bahkan berteriak maling dan ikut serta dalam pencarian pencuri itu maka pasti orang tidak akan menyangka bahwa dialah yang melakukan pencurian karena semua orang tidak akan mempuyai nyali seperti itu.

Dijaman sekarang ini strategi perang ini malah lebih sering kita temukan di Indonesia. Para pejabat atau pemilik kekuasaan yang melakukan korupsi akan lebih dulu teriak maling kepada orang lain dan bertindak seakan-akan ingin memberantas korupsi agar orang menyangka dirinya bersih dari korupsi. Orang sudah pasti akan berpaling kepada orang yang diteriakan dari pada kepada dirinya yang pura-pura bersih bahkan orang akan mendukungnya atas usahanya memberantas korupsi padahal dialah biang dari korupsi itu.

Dari tulisan diatas kita dapat melihat bahwa strategi perang China jaman dahulu tersebut telah dimodif sedemikian rupa agar dapat dipergunakan di abad modern ini . Tetapi yang sangat disayangkan mereka menggunakannya untuk kepentingan dan keperluan yang negatif.

Wednesday, November 17, 2010

PEMIKIRAN STRATEGIK DR. M

PEMIKIRAN ialah apa saja yang difikirkan dalam fakulti akal. Maknanya terlalu umum. Ia juga
membawa maksud lintasan dalam akal. Ia juga bermakna suatu upaya membuat analisis (mencari baik
buruk) mengenai sesuatu yang difikirkan, membuat keputusan, melakukan menungan, membuat penelitian
atau kajian dan sebagainya. Semua usaha ini berlaku dalam akal manusia. Jadi pemikiran hanyalah teori
semata-mata jika tidak diterjemahkan dalam bentuk pelaksanaan.

Pemikiran strategik (PS) pula berlangsung dalam akal secara mendalam, radikal, drastik dan menyeluruh.
Unsur yang penting dalam PS ialah unsur strateginya iaitu langkah yang dilaksanakannya dengan
memanfaatkan taktik atau kaedah yang bersembunyi, boleh berbentuk menyerang (ofensif) dan
mempertahankan (defensif), memiliki unsur pertandingan dan sebagainya. Jadi, pemikiran strategik ialah
pemikiran yang menggunakan unsur strategi dan taktikal untuk mencapai matlamat. PS juga disebut
sebagai pemikiran analitikal atau pemikiran logik yang memanfaatkan unsur strategi dan taktikal untuk
mencapai matlamat atau mencapai kemenangan. Untuk membolehkan seseorang berpemikiran strategik
mereka haruslah:

1.Mempunyai kebolehan menganalisis yakni memahami kekuatan dan kelemahan sesuatu perkara;

2.Mempunyai kebolehan membaca secara kritis; dan

3.Mempunyai kebolehan melihat sesuatu perkara secara keseluruhan yakni secara wholistic.

Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Mahathir Mohamad, memiliki sekurang-kurangnya tiga kebolehan
pemikiran strategik seperti yang digariskan itu. Malah, ada orang mengatakan beliau memiliki lebih
daripada tiga kebolehan berfikir secara strategik. Persoalannya bukanlah jumlah kebolehan yang
dimilikinya, tetapi kemampuan menterjemah kemampuan berfikir secara strategik yang sedia dimilikinya
dalam bentuk tindakan yang memanfaatkan negara.

Contoh pertama: ketika beliau cuba menghasilkan projek kereta nasional seperti Proton Saga dan Kancil,
terlebih dulu beliau berfikir secara strategik.

Beliau terlebih dulu akan:

1.Membaca laporan mengenai kekuatan-kelemahan kereta yang dihasilkan di Barat;

2.Menganalisis sedalam-dalamnya peralatan sesebuah kereta, misalnya (komponen enjinnya dan
banyak lagi hal yang berkaitan dengan kereta); dan

3.Meminta diadakan taklimat mengenai kereta bukan di bilik pendingin hawa, tetapi di kilang kereta
itu sendiri (di Jepun) supaya beliau dapat melihat sendiri cara kereta Jepun dibuat.

Dengan pemikiran strategik ini, maka lahirlah idea membuat kereta tempatan. Maka, lahirlah Proton Saga,
Kancil dan Rusa yang sesuai dengan cita rasa setempat.

Contoh kedua: pemikiran strategik Dr Mahathir ialah ketika negara berura-ura membeli kapal terbang
pejuang supersonik MiG-29 buatan Russia. Terlebih dulu Dr Mahathir membaca komen mengenai
kekuatan dan kelemahan MiG-29. Ketika pameran LIMA di Langkawi, Mahathir meneliti, menganalisis
kekuatan dan kelemahan pesawat itu. Beliau bertanya kepada penganjur antarabangsa LIMA mengenai
hal teknikal yang relevan dengan MiG-29. Pertanyaan ini menyebabkan penganjur mengetahui bahawa Dr
Mahathir benar-benar mengetahui seluruh aspek MiG-29.

Contoh ketiga: bagaimana Dr Mahathir menggunakan pemikiran strategiknya untuk menumpaskan hujah
dan tohmahan George Bush (ketika itu Presiden Amerika) terhadap Malaysia pada Sidang Bumi di Rio de
Janerio, Brazil.

Hujah Bush: Malaysia menebang balak. Oleh itu Malaysia kekurangan hutan dan menyebabkan terjadinya
pencemaran alam. Ertinya Malaysia menyumbang kepada terjadinya pencemaran alam secara berleluasa.

Hujah balas Dr Mahathir: Negara manakah yang lebih banyak menyumbang kepada pencemaran
udara/alam. Malaysia atau Amerika?

Secara nyata Dr Mahathir mengemukakan fakta mengenai begitu banyak kereta di Amerika Syarikat
(AS) mengeluarkan asapnya. Malah, kilang di Amerika Syarikat juga mengeluarkan asap yang banyak
dan tidak terkawal. Asap daripada kenderaan dan kilang menyerap ke dalam udara Eropah malah angin
yang bertiup membawa pencemaran itu ke negara Asia. Ertinya negara-negara Asia ikut mendapat kesan
daripada pencemaran asap yang dimulakan di Amerika Syarikat. Malah, Malaysia juga ikut tercemar
akibat pencemaran alam buatan Amerika.

Sebaliknya meskipun Malaysia menebang balak tetapi penebangan ini hanyalah untuk tujuan
pembangunan. Malaysia mengusahakan cara yang terbaik untuk mengawal usaha pembangunan ini supaya
tidak berlaku pencemaran alam yang teruk. Jadi negara manakah yang sebenarnya yang mencemarkan
alam ini?

Berdasarkan kebolehannya menggunakan pemikiran strategiknya, dunia yang sebelum ini cuba menuding
jari kepada Malaysia akhirnya berpusing balik kepada Amerika dan menyedari kesalahannya.

Begitulah sekelumit senario sekitar penggunaan pemikiran strategik beliau di dalam dan di luar negara.

Pemikiran kreatif (PK) pula ialah pemikiran yang memanfaatkan khayalan, fantasi, angan-angan dan
wawasan dalam bentuknya yang kabur. Ia memanfaatkan imaginasi seseorang mengenai cita-cita,
wawasan, mamai atau mimpinya. Meskipun pada permulaannya ia cuma imaginasi dan fantasi yang tidak
dapat dibuktikan tetapi apabila ia dikonkritkan, disaring atau diberi penilaian, maka imaginasi atau yang
fantasi itu menjadi kenyataan.

Dr Mahathir juga berfikir menggunakan pemikiran kreatif. Antara pemikiran kreatif yang beliau hasilkan
ialah menyamakan waktu Semenanjung (waktu di Malaysia Barat sama dengan Sabah/Sarawak, dasar
pandang ke Timur, melaksanakan industri Berat, dasar penswastaan, Wawasan 2020, Koridor Raya
Multi Media (MSC), Siberjaya, Putera Jaya dan pemulihan ekonomi melalui Majlis Tindakan Ekonomi
Negara (MTEN).

Pemikiran Kreatif ini adalah secara umum. Bagaimanapun ada kaedah yang lebih khusus dalam pemikiran
kreatif ini dilaksanakan oleh Dr Mahathir. Dr Mahathir juga memanfaatkan cabang pemikiran kreatif yang
lain yang lebih radikal.

Misalnya, Pemikiran Lateral (pengasasnya Edward de Bono) yakni pemikiran yang gila-gila, yang tidak
masuk akal yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dan mencipta idea baru. Ia dibezakan daripada
cara lama yang diamalkan oleh pemikiran konvensional.

Pada 15 Julai 1993, kami menghadiri kursus Supertition Developing Creative Managers: To Outsmart the
Competition di Kuala lumpur.

"Dr Edward de Bono kini berada di pejabat Perdana Menteri. Kursus ditangguh sebentar" pengacara
mengumumkan bagi pihak penganjur. De Bono ialah penceramah bagi kursus yang diadakan sepanjang
hari itu.

"De Bono di pejabat Perdana Menteri, buat apa ya?" saya bertanya sendiri. Tiada jawapan.
Bagaimanapun saya cuba membuat tanggapan dan kesimpulan. De Bono adalah guru pemikiran yang
terkenal di dunia yang mencipta teknik berfikir kreatif iaitu Pemikiran Lateral (Lateral Thinking).

Saya berasa Perdana Menteri memerlukan nasihat de Bono mengenai bagaimana cara untuk memajukan
negara. Boleh jadi, cetus hati saya. Dr Mahathir memang akrab dengan pemikir di dunia apa lagi kalau
mereka dapat membantu beliau memajukan negara.

Saya kira Dr Mahathir memang serius dalam soal reformasi dan inovasi negara. Pertemuan beliau dengan
de Bono, pada saya memang wajar. De Bono banyak membantu memperkembang korporat besar di
dunia dan memajukan sistem pendidikan yang ketinggalan dan sebagainya. Dalam banyak hal, beliau
berhasil menerapkan pemikiran lateral dalam pelbagai bidang kehidupan yang menuntut inovasi. Banyak
korporat dan sistem pendidikan di dunia ikut merasai sentuhan dan keberkesanan pemikiran lateral ini.

Malaysia demikian juga. Semenjak Dr Mahathir menjadi Perdana Menteri pada 16 Julai 1981, banyak
perubahan terjadi kepada rakyat dan negara. Kebanyakan perubahan ini cukup radikal dan mengejutkan.
Perubahan yang diperkenalkan oleh Dr Mahathir ada kalanya dipandang cukup radikal, menolak langsung
yang konvensional, melompat-lompat, kabur, tidak logik, mengarut, ganjil, tidak pernah dilakukan
sebelumnya, kompleks, mustahil, tak disangka-sangka, banyak memerlukan tafsiran, banyak
kemungkinan, mencabar dan banyak lagi.

Ada orang yang memandang perubahan ini dengan pandangan yang cukup positif. Perubahan ini dianggap
cukup kreatif, inovatif, exploratif, mencari terra incognita (daerah baru yang belum diterokai), memikirkan
perkara yang tidak terfikir, menjadikan kenyataan terhadap perkara mustahil dan sebagainya. Pada
mereka perubahan yang memanfaatkan hal-hal ini memang cukup wajar demi kemajuan dan kelangsungan
hidup negara.

Begitulah perubahan dalam keadaan apa pun diterima secara pro dan kontra. Yang penting dan yang
harus dipastikan ialah perubahan itu dapat dinikmati oleh rakyat dan negara. Dr Mahathir berhasil
membuktikan perubahan yang dibawanya dapat memanfaatkan negara walaupun beliau menerima kritikan
yang cukup hebat.

Apakah rahsia kehebatan perubahan Dr Mahathir? Pemikiran! Benar, pemikiran boleh saja ketinggalan
zaman atau boleh saja maju bergantung kepada cara orang menggunakannya. Dr Mahathir cenderung
menggunakan pemikiran untuk memajukan rakyat dan negara.

Beliau membuat sesuatu yang pelik, sesuatu yang mustahil dan tidak pernah dibuat orang sebelumnya.
Dengan perubahannya, beliau tidak peduli apa orang kata kerana kalau kita mendengar kata orang, tak
ada apa yang boleh dilakukan. Dr Mahathir melakukan perubahan dengan penuh keyakinan.

Selanjutnya ada gaya berfikir beliau yang memanfaatkan pemikiran rentas berani (breakthrough thinking)
dan pemikiran berisiko (risk thinking). Pemikiran rentas berani bukan saja memerlukan kekuatan
pemikiran kreatif malah keberanian melaksanakan idea kreatif dengan kekuatan luar biasa. Tatkala orang
lain pusing kepala bagaimana cara menangani kejatuhan nilai ringgit, Dr Mahathir muncul dengan kaedah
berfikir barunya.

Satu contoh pemikiran berisiko ialah pemikiran yang beliau manfaatkan apabila beliau menyerang George
Soros, spekulator mata wang antarabangsa. Dr Mahathir menganggap Soros sebagai penyangak mata
wang. Menyanggah Soros, pengarang buku The Crisis of global Capitalism apalagi tokoh kewangan dunia
adalah suatu risiko terhadap Dr Mahathir. Sebelum ini tiada pemimpin dunia yang berani menentang Soros
apa lagi pemimpin negara-negara Asia. Tetapi Dr Mahathir melakukannya dengan berani dan berisiko.

Kata Musashi "apabila seseorang mengerti kegunaan senjata, maka ia dapat menggunakan setiap senjata
dengan waktu dan keadaan." Saya percaya konsep senjata ini digunakan dengan berkesan oleh Dr
Mahathir untuk menewaskan musuh-musuhnya sehingga mereka tertiarap dan tidak dapat bangun lagi.
Kesimpulannya Musashi memanfaatkan kelemahan musuh dan kekuatan diri sendiri.

Sun Tzu dalam strategi peperangannya yang dipaparkan dalam buku Seni Peperangan pernah menyebut
"sama ada musuh akan melakukan kesilapan yang membolehkan kita berkesempatan menewaskannya
terletak di tangan mereka" dan "kita harus menyerbu apabila yakin akan mencapai kemenangan."
Pemikiran begini diikuti tindakan digunakan sebaiknya oleh Dr Mahathir untuk menangani
musuh-musuhnya terutama yang degil. Ternyata musuh kecundang sementara Dr Mahathir tetap utuh.

GMUKM PERSOAL KREDIBILITI PENTADBIRAN UKM

Harakahdaily



BANGI, 22 Okt: Gabungan Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (GMUKM) berpandangan isu penglibatan dua orang siswa UKM dalam Perhimpunan Agung Umno di PWTC sebagai suatu perkara yang harus dipandang serius oleh semua pihak khususnya pentadbiran universiti.

Pengerusinya, Mohd Hafiz Abdul Razak berkata, siswa tersebut dipercayai daripada Fakulti Pengajian Islam serta Fakulti Kejuruteraan & Alam Bina UKM didapati telah mengambil bahagian dalam perbarisan perasmian Perhimpunan Agung Umno yang kini sedang berlangsung.

“Kami di peringkat Gabungan Mahasiswa UKM berpendirian bahawa pihak pentadbiran UKM harus menjalankan siasatan secepat mungkin demi menjawab segala persoalan yang timbul tentang isu ini,” ujarnya.

Tambahnya, pihak pentadbiran UKM perlu membuat penjelasan bagaimana sebuah universiti yang sepatutnya bersifat non-partisan tetapi bertindak pihak tertentu mempergunakan siswa dalam program parti politik mereka.

Selain itu, ujarnya, pihak pentadbiran universiti dan Kementerian Pengajian Tinggi perlu memberi penjelasan sama ada mahasiswa tersebut akan diambil tindakan sama seperti kes UKM4 yang didakwa di bawah Auku.

GMUKM juga, katanya menggesa pihak Kementerian Pengajian Tinggi khususnya Datuk Seri Khaled Nordin mengeluarkan kenyataan rasmi berhubung dengan kes itu.

“Pihak Kementerian Pengajian Tinggi perlu menubuhkan suruhanjaya siasatan khas untuk menyiasat dakwaan bahawa ada kakitangan pentadbiran UKM terang-terangan pernah menyatakan sokongan terhadap sebuah parti politik dalam sebuah majlis rasmi di UKM,” katanya lagi.

Menurutnya lagi, GMUKM turut bersimpati dengan nasib kedua orang siswa itu yang jelas dipergunakan oleh pihak-pihak tertentu atas kepentingan agenda politik mereka.

Tambahnya, kedua orang siswa tersebut tidak harus diarahkan ke program tersebut atas kapasiti badan beruniform yang dianggotai mereka kerana ia dilihat mencabuli etika disiplin badan beruniform tersebut yang seharusnya bersifat non-partisan.

“Justeru di sini GMUKM berpendirian tegas bahawa mahasiswa tidak wajar dijadikan alat parti politik kerana mahasiswa itu ada idealismenya tersendiri dan seharusnya bebas daripada cengkaman mana-mana parti politik,” katanya lagi.

GMUKM juga, ujarnya amat berharap kampus UKM akan sentiasa mengekalkan identiti universiti itu sendiri sebagai pusat ilmu yang unggul.

Monday, November 15, 2010

Konsep Penentuan Awal Bulan Islam dan hari kebesaran islam dimalaysia

1. PENDAHULUAN
Penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh umat Islam khasnya dalam menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah adalah berdasarkan kepada pergerakan bulan dan bumi mengelilingi matahari.
Ia menjadi asas perhitungan awal bulan dan tahun yang mempunyai hubungkait yang rapat dengan ibadah puasa, hari raya dan hari raya korban.
Berdasarkan pedoman yang terdapat di dalam Al-Quran dan Hadis dan juga pendapat ulama daripada kitab-kitab muktabar, lahir tiga amalan yang berbeza dalam menentukan awal bulan ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah dengan kaedah berikut:-


a) Rukyah ( melihat anak bulan ) semata-mata.
b) Hisab Falak semata-mata.
c) Rukyah dan Hisab dengan menggunakan criteria imkanur-rukyah iaitu menggunakan hisab dalam menentukan kebolehnampakan anak bulan ( Hilal ).
Wujudnya perbezaan amalan dan cara di atas, adalah daripada perbezaan dalam memahami dan mentafsir maksud ayat-ayat Al-Quran dan Hadis yang berkaitan.Malaysia adalah sebuah negara yang mengamalkan cara penentuan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah dengan rukyah dan hisab berdasarkan kepada kriteria imkanur rukyah.
Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai cara penentuan awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah yang di amalkan di Malaysia dan asas-asas yang digunakan dalam melaksanakan kaedah tersebut.
2. DALIL-DALIL SYARAK MENGENAI PENENTUAN AWAL BULAN RAMADHAN, SYAWAL DAN ZULHIJJAH.
Nas Al-Quran dan Hadis banyak menerangkan panduan menentukan awal bulan atau waktu-waktu terutama dalam melaksanakan ibadat.
a) Firman Allah SW.T Surah Al-Baqarah ayat 189:


Maksudnya:
"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.Katakanlah bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan bagi ibadah haji......."



Hadis Rasulullah S.A.W. diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Bukhari:


Maksudnya:
"Berpuasalah kamu kerana melihat Hilal dan berbukalah kamu kerana kamu melihat Hilal.Bila Hilal tertutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan bulan Syaaban tiga puluh".



Pendapat Ulama' Daripada Kitab-kitab Muktabar.
Daripada Kitab Bidayatul Mujtahid dari Juzuk pertama
( muka surat 242-243 ).
Maksudnya:
"Bila Hilal ditutupi awan, maka ia kembali kepada Hisab yang berdasarkan bulan dan matahari, itulah mazhabnya Muttarraf Bin Suhair, beliau termasuk ulama' besar tabi'in dan Ibnu Suraj bercerita daripada Imam Syafie bahawa Imam Syafie berkata; orang yang mazhabnya itu mengambil pedoman dengan bintang-bintang dan kedudukan bulan kemudian jelas baginya menurut dalil tersebut, bahawa bulan telah boleh dilihat tetapi tertutup oleh awan, maka orang tersebut boleh melaksanakan puasa dan cukuplah baginya".



Berdasarkan dalil-dalil Al-quran, Hadis dan pendapat ulama' serta kajian astronomi moden, penyelesaian jalan tengah dengan cara rukyah dan hisab adalah menjadi pilihan untuk diamalkan di Malaysia kerana ia lebih hampir kepada kehendak syarak.
3. FAKTOR PERSELISIHAN
3.1) Punca-punca perselisihan berlaku dari segelintir rakyat Malaysia yang dikenali dengan kumpulan Islah.Golongan tersebut tidak menerima pengisytiharan rasmi Hari Raya Korban Kerajaan Malaysia yang telah diisytiharkan oleh Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia pada tahun 2000 dan 2001 Miladiah yang lalu.Golongan tersebut menyambut Hari Raya Korban berdasarkan pengisytiharan Wukuf di Padang Arafah oleh Kerajaan Arab Saudi.
3.2) Perselisihanjuga berlaku kerana terdapat kekeliruan pendapat pada 9 Zulhijjah (Hari Wukuf), sunat berpuasa pada hari tersebut dan ganjaran pahalanya sama dengan setahun beribadah. Kebanyakan rakyat malaysia terkeliru dan tidak mengetahui kaedah dan syarat-syarat penetapan awal bulan Zulhijjah yang digunakan oleh Kerajaan Arab Saudi.


4. RASIONAL DARI SUDUT MATLAK ( TEMPAT TERBIT ) DI MALAYSIA.
4.1) Kerajaan Arab Saudi menggunakan matlak dengan kaedah rukyah semata-mata, terbuka kepada semua rakyatnya.Sesiapa yang melihat Hilal Zulhijjah boleh melaporkan kepada pihak yang bertanggungjawab atau berkuasa dengan saksi.
Kerajaan Malaysia menetapkan awal bulan Zulhijjah dengan menggunakan kaedah rukyah dan hisab berdasarkan kriteria imkanur rukyah dengan mengambil kira matlak negara-negara MABIMS.Pada 29 Zulkaedah semua tempat cerapan rasmi sebanyak 26 tempat di seluruh Malaysia akan dicerap oleh Ahli Jawatankuasa Melihat Anak Bulan dengan menggunakan peralatan moden seperti teleskop digital dan teodolit.
4.2) Terdapat perbezaan matlak yang jauh diantara Malaysia dan Arab Saudi. Perbezaan waktu antara kedua-dua negara ialah lima jam. Oleh itu ketika Hilal dilihat di Arab Saudi, kedudukan hilal tersebut berada pada kedudukan 1.25° lebih tinggi di Matla' Malaysia.
4.3) Bagi rakyat negara Malaysia yang bermazhab Syafie, mereka perlu memahami bahawa setiap negara di dunia ini mempunyai matla' atau kawasan lingkungannya sendiri. Oleh itu Malaysia tidak harus mengikut keputusan cerapan hilal yang dilaksanakan oleh Arab Saudi.


5. HUKUM PUASA DAN MAKLUMAT YANG BERKAITAN
Umumnya, masyarakt Islam mengetahui adanya puasa sunat pada hari Arafah. Puasa ini sunat dilakukan oleh mereka yang tidak mengerjakan haji. Pelakunya dijanjikan dengan ganjaran yang besar sebagaimana sabda Rasulullah S.A.W.
Daripada Abi Qatadah yang berbunyi :-



Maksudnya:
Daripada Abi Qatadah bahawa Nabi S.A.W. ditanya mengenai puasa pada hari Arafah. Banginda menjawab : Ia menghapuskan dosa yang dikerjakan pada tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.
(Riwayat Muslim)



Sekiranya diteliti, hadis di atas dan dalil yang lain menerangkan kelebihan mereka yang berpuasa pada hari Arafah. Namun demikian, kita perlu mengetahui pada waktu bilakah umat Islam di Malaysia dan Arab Saudi dan juga perbezaan matla'. Kita perlu memilih sama ada berpuasa pada hari Arafah sebenar di Arab Saudi atau mengikut takwin sebenar kita di Malaysia. Hukum berpuasa pada salah satu hari tersebut tetap sah.
Faktor kedudukan geografi dan kesesuaian negara Malaysia menentukan setiap awal bulan Islam dengan menggunakan kaedah rukyah dan hisab berdasarkan kreteria Imkanur rukyah adalah satu perkara yang perlu diambil perhatian. Konsep penentukan awal bulan Islam adalah berdasarkan kaedah jangkaan kenampakan anak bulan atau Imkanur rukyah yang mengikut syarat berikut :-
Ketika matahari terbenam.
a) Ketinggian (altitud) bulan tidak kurang daripada 2°
Dan
b) Jarak lengkok matahari tidak kurang 3°
Atau
c) Ketika matahari terbenam umur bulan tidak kurang daripada 8 jam.

6. ASAS PERTIMBANGAN KEPUTUSAN PERLU DI KEKALKAN.

6.1) Kaedah penetapan Hari Raya Korban mengikut kaedah Hisab dan Rukyah berdasarkan imkanurrukyah sama seperti penetapan awal bulan Ramadhan dan Syawal adalah lebih sesuai untuk diamalkan di Malaysia.
6.2) Bedasarkan keputusan Majlis Raja-Raja Malaysia dan persetujuan Mufti seluruh negeri-negeri di Malaysia bagi penetapan awal Zulhijjah seperti penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal dengan melihat anak bulan di tempat rasmi seluruh Malaysia.
6.3) Perbezaan zon masa di antara Malaysia dan Arab Saudi adalah jauh selama (5) lima jam berdasarkan GMT Malaysia (8) lapan jam manakala Arab Saudi (3) tiga jam.
7. PENUTUP
Amalan Umat Islam di Malaysia menetapkan awal Zulhijjah dikekalkan dengan rukyah dan Hisab berdasarkan kriteria imkanur rukyah adalah bertujuan untuk di selaraskan dengan keputusan negara jiran tetangga iaitu Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Keputusan ini perlu dikelalkan untuk tujuan keharmonian bagi sesebuah negara dan tidak perlu mengikut pengisytiharan wukuf Arafah oleh kerajaan Arab Saudi. Hukum ibadah puasa yang dilakukan tiada terjejas dan ia melibatkan perkara sunat yang perlu kepada pemahaman terhadap ibadat tersebut. Semoga dengan risalah kecil ini akan memberi pendedahan kepada masyarakat agar tidak timbul kekeliruan tentang amalan yang digunakan di Malaysia pada masa sekarang dan yang akan datang. Wallahua'lam.

Disediakan oleh:
Bahagian Falak Syarie,
Jabatan Mufti Negeri Selangor

Sunday, June 27, 2010

TERUSKAN !!! SESIAPA YANG BERGELAR MAHASISWA

Mahasiswa menutup tirai aksi tahun lalu dengan pelbagai kejutan yang dilakukan, dengan berlakunya peristiwa tuntutan Mahasiswa terhadap Kementerian Penganjian Tinggi supaya perlu diadakan Pilihanraya Kampus didalam suasana Demokrasi yang sebenar, terpacul satu lagi peristiwa bersejarah berlaku di UM atau lebih dikenali sebagai ROSMAH PUAKA, Mahasiswa terus meledakkan kemaraan aksi mereka dengan mencatat sejarah tersendiri rentetan berlakunya dakwaan mengaitkan 4 orang MAhasiswa UKM dengan pilihanraya kecil Hulu Selangor atau lebih dikenali sebagai UKM4.

Kesemua aksi ini buka setakat berhenti disini, malah pada tahun ini Mahasiswa terus mencatatkan sejarah gilang gemilang demi menuntut hak hak mereka yang dirasakan telah digari dengan akta AUKU. Baru baru ini juga berlaku satu peristiwa yang memeranjatkan seluruh mahasiswa UKM dengan keterlibatan pensyarah kesayangan Fakulti Pengajian Islam UKM ust fadlan DARI JABATAN AL QURAN SUNNAH masuk kedalam UMNO. kesemua ini menjadi satu fenomena yang mana mengajak Mahasiswa cakna akan isu isu berlegar diruangan angkasa mereka.

Apa yang penting kesemua peristiwa yang terjadi ini membuatkan mahasiswa rasa terpanggil untuk bersama terjerumus mengambil erti makna MAHASISWA yang dijolokkan kepada mereka. Sebagaimana yang diketahui semakin hari mahasiswa semakin berada dipersimpangan antara perjuangan idealisme dan pragmatisme, peranan mahasiswa sebagai agent of chang, agent of message dan guardian of value seolah-olah terus memudar seiring berjalanya waktu.

Amat janggal jika suara mahasiswa tidak kedengaran, seolah kontra dengan harapan pada mahasiswa sebagai aspirasi murni pembawa suara murni rakyat.? Mungkin catatan sejarah tidak lagi mencatat mahasiswa sebagai motor pengerak kepada perubahan sosial? Bagaimana pula dengan jolokan menara gading yang diberikan kepada kampus universiti? Atau apakah mahasiswa kini lebih suka dunggu daripada bakti siswa kepada sosial?

Realiti hari ini dilihat bahawa mahasiswa semakin jauh dengan masyarakat, asosial, egois sudah lama menjadi bualan mulut orang, mahasiswa lebih melulu kepada urusan akademik dan menjauji aktivitis kemasyarakatan, ungkapan mahasiswa sebagai agen perubahan menuntut mahasiswa harus selalu di hadapan sejajar dengan jolokan sebagai kaum intelektual dan kelompok yang terpilih, namun bukan beerti mahasiswa memisahkan diri dari masyarakat dengan gerakannya yang elitis dan bersifat eksklusif. Mahasiswa dan masyarakat bekerjasama ini kerana mahasiswa adalah sebahagian daripada masyarakat.

Mahasiswa kini sebok dengan essingment dalam bidang ilmu pengetahuan, terkadang tidak ubah seperti menampal balang yang bocor, jika pemerintah kini diibaratkan seperti balang yang bocor itu tadi, seharusnya mahasiswa mengambil peranan sebagai penampal kepada balang yang bocor tadi ataupun menjadi menggantikanya sahaja. Dalam hal ini mahasiswa berperanan sebagai kontrol politik mencari cara untuk melakukan kontrok tersebut dan harus memikirkan dan disesuaikan agar tetap berada diatas jalur damai.

Jika dikira terdapat banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa kini tipis dengan sensitiviti sosialnya dan sebok dengan urusan sendiri walaupun tidak semua mahasiswa begitu. Sebut sahaja sistem pendidikan kini yang besalut kapitalistik, yang hanya berbicara soal material dan penciptaan kuantiti, bukannya kualiti. Namun tak akan ada habisnya untuk kita menyalahkan itu dan ini jika tidak bermula dengan diri kita dan komuniti yang berhampiran kita terdahulu.

Sebaiknya mahasiswa tidak terjebak dengan polorisasi dan pengkotak-katik, akhirnya menguntungkan sesuatu pihak dan merugikan mahasiswa sendiri. Perbezaan ideologi mesti dilepaskan demi perjuangan atas nama masyarakat yang luas. Perjuangan ini menuntut kerja keras dan bahkan terkadang mengganggu jam belajar kuliah namun ini semua bukan boleh dijadikan alasan yang kukuh untuk mahasiswa berdia diri sahaja. Peranan mahasiswa boleh disesuaikan dengan kapasiti masing-masing misalnya mewujudkan budaya keilmuan seperti diskusi, dan menjadi pahlawan dalam bidang masing-masing serta turun kejalan sekala-sekala. Apa yang penting mahasiswa berani menunjukkan sikap dan komitmennya.

RENUNGAN KHUSUS BUAT MAHASISWA BARU SESI 2010/2011

Wednesday, May 26, 2010

JAWAPAN KEPADA KENYATAAN PRESIDEN PMUKM BERKAITAN 4 ORANG MAHASISWA YANG DIDAKWA

Menjawab kenyataan yang diutarakan oleh PRESIDEN PMUKM Saudara Mohd Hamzah Zainul Abidin terhadap dakwaan yang dilemparkan keatas empat orang Mahasiswa UKM dari jurusan Sains Politik iaitu Saudara Ismail Aminuddin, Hilman Idham , Woon king Chai, dan saudari Azlin Shafina Adzha, Tuan PRESIDEN diingatkan berpijak dibumi yang nyata apabila mengeluarkan kenyataan yang akan memberi kesan kepada diri seterusnya Mahasiswa UKM.

Mohan dijelaskan kepada Mahasiswa, dimanakah tidakan yang TIDAK WAJAR telah diambil oleh mereka semata mata untuk mendapatkan hak mereka yang termaktub didalam Perlembagaan Persekutuan dan tindakan mereka empat pelajar tersebut sebenarnya selari dengan Seksyen 119(1a) dalam Perlembagaan Persekutuan yang jelas menyatakan semua warganegara yang mencapai umur 21 tahun berhak menyertai politik dan layak mengundi dalam pilihanraya.

Akta Universiti Kolej Universiti (AUKU), pindaan 2008, melarang kesemua pelajar IPTA, kecuali UIAM dan UITM menyertai, atau memberi sokongan kepada mana-mana parti politik, atau mana-mana pertubuhan, badan, atau kumpulan yang menyalahi undang-undang. Persoalannya adakah dengan menghalang mahasiswa berpencak silat didalm medan politik yang sebenar memberi kesan kepada perkembangan pembelajaran yang dihadapi oleh mereka terutamanya mereka adalah dari jurusan Sains Politik??

Sepatutnya tidak timbul rasa sangsi pada hemat PRESIDEN yang mengatakan penglibatan pelajar secara aktif dalam politik akan mewujudkan polarisasi kaum, ideologi dan agama dalam kalangan pelajar. Ini tidak benar, apa yang cuba digambarkan oleh PRESIDEN sebenarnya bagaimana corak pembawaan kepimpinan yang cuba dibawa oleh PMUKM sendiri harus dipersoal. Adakah dengan terlibat secara aktif dalam pertubuhan dan persatuan yang ada di UKM sendiri akan mencipta polarisasi, kita sememannya sudah diajarkan diUniversiti dengan nilai nilai perpaduan antara kaum dengan kursus yang ditawarkan oleh Universiti sendiri, jadi pada hemat saya ini adalah andaian yang salah.

Yang kedua, tuan PRESIDEN mengatakan perkara ini untuk mengelakkan pelajar terpengaruh dengan mana-mana parti politik yang boleh mempengaruhi keutamaan pelajar untuk menuntut ilmu. Cuba kita teliti dengan sedalam dalamnya, tujuan mahasiswa datang ke Universiti untuk apa? Adakah Mahasiswa seperti kita punya kelas minda seperti kebudak budakkan yang baru di tahap menengah? Dimana halatuju mahasiswa sehingga mereka lupa tujuan asal merea kemari. Andaian PRESIDEN seolah olah memperkecilkan potensi Mahasiswa yang punya peluang dan ruang yang amat besar didalam semua arena.

Yang ketiga PRESIDEN mengatakkan Pelajar universiti telah menerima hampir 90% subsidi pendidikan daripada peruntukan kewangan kerajaan. Ya memang benar, perkara ini tidak dinafikan, justeru Mahasiswa hadir sebagai agen Check n balance kepada kerajaan yang memerintah, ini adalah satu usaha murni Mahasiswa untuk membantu Pihak kerajaan atas sumbangan yang mereka telah berikan, adakah PRESIDEN mengharapkan Mahasiswa seperti diibaratkan lembu dicucuk hidung atas kenyataan yang dikeluarkan.??

Berkenaan kenyataan keempat-empat tertuduh ingin membuat kerja lapangan di Hulu Selangor, mereka mendapat kebenaran bertulis daripada pensyarah, dan di sokong oleh Prof. Dato’. Dr. Mohammad Abdul Razak, Timbalan Naib Canselor Hal Ehwal Pelajar dan Alumni UKM, ingin saya timbulkan persoalan kepad PRESIDEN, adakah wajar untuk seseorang Mahasiswa mendapatkan kebenaran bertulis jika mereka mahu melakukan kajian atau penyelidikan disesebuat agensi atau kawasan?? Adakah perkara ini patut berlaku? dan dilihat amat menyusahkan pelajar pelajar itu sendiri memandangkan Universiti melangkah kearah Universiti penyelidikan dan para Mahasiswa disajikan dengan lambakkan assignment dan kajian setiap hari, adakah perlu kepada surat kebenaran?? Jika benar memerlukan surat kebenaran harus diterangkan kepada Mahasiswa terlebih dahulu kajian yang bagaimana memerlukan surat kebenaran. Itu adalah alternatifnya.

Secara kesimpulannya, saya selaku PENGERUSI GABUNGAN MAHASISWA( GMUKM ) ingin mengajak kesemua front front di Universiti termasuk PMUKM untuk bersama kita menjayakan visi misi dan matlamat Mahasiswa dihantar ke Universiti. ayuh kita bersatu untuk membantu rakan rakan kita yang ditindak dengan jahatnya semata mata untuk mencapai agenda busuk mereka. Janganlah kita gadaikan pertaruhan masyarakat kepad tubuh badan kita semata mata untuk meraih simpati dan mencari sesuapa nasi diatas muka bumi ALLAH ini dengan jalan yang tidak diredhainya.

SALAM JUANG UNTUK SEMUA

REALISASI VARSITI

Monday, May 24, 2010

GMUKM MENUNTUT PENTADBIRAN UKM MENGGUGURKAN DAKWAAN KEATAS 4 0RANG MAHASISWA

Isu penangkapan 4 orang Mahasiswa Sains Politik Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang didakwa terlibat dalam kempen di pilihanraya kecil Hulu Selangor semakin memberi kesan yang negetif kepada pihak pentadbiran Universiti, ini kerana sikap diam diri yang ditunjukkan oleh pihak Universiti menjadi seribu tanda Tanya kepada pelbagai pihak.

Empat orang mahasiswa jurusan Sains Politik UKM itu iaitu Hilman Idham, Ismail Aminuddin, Azlin Shafina Adzha dan Woon King Chai akan didakwa di Mahkamah Universiti UKM atas pertuduhan melakukan kesalahan menyalahi undang-undang seksyen 15(5)(a) Akta Universiti dan Kolej Universiti 1971.

Merespon isu berkenaan, pengerusi GMUKM saudara Hafiz Razak dengan tegasnya mengeluarkan kenyataan supaya pihak Universiti menggugurkan dakwaan keatas mereka yang terlibat kerana ini sangat bertentangan dengan apa yang tertera pada Perlembagaan Persekutuan Seksyen 119(1a) dalam Perlembagaan Persekutuan yang jelas menyatakan semua warga negara yang mencapai umur 21 tahun berhak menyertai politik dan layak mengundi dalam pilihan raya tegasnya.

Seterusnya beliau mempertikaikan pihak Universiti yang jelas sekali melanggar hareki perlembagaan yang patut dipatuhi, sistem rimba mana yang mereka ikuti jelasnya lagi. AUKU yang telah digubal sejak tahun 1971 telah banyak memandulkan Mahasiswa dari segi ideology serta keterampilan Pimpinan didalam diri Mahasiswa itu sendiri.
AUKU sudah tidak realistik untuk digunakan pada zaman sekarang memandangkan UKM sendiri ingin mencipta matlamat termasuk dalam Universiti terbaik dunia. Bagaimana untuk Universiti melahirkan bakal pemimpin pemimpin Negara pada masa akan datang sedangkan mereka mengekang Mahasiswa dari melontarkan pendapat dan idea mereka.

Mereka menggunakan AUKU sebagai alat untuk menyekat kebebasan mahasiswa untuk berpersatuan dan berpolitik, sedangkan dengan cara inilah mampu mematangkan mahasiswa dan melatih kepemimpinan mereka. Sepatutnya mahasiswa diberikan kebebasan mengenali lanskap politik negara, agar mereka tahu dan mampu menangani isu-isu semasa dengan baik.

Perkara ini juga dilihat bertentangan dengan hak kebebasan bersuara bagi Mahasiswa yang tertera didalam Artikel-19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Artikel-10 Perlembagaan Malaysia yang jelas bercanggah dengan tindakan yang mereka lakukan keatas empat orang Mahasiswa tersebut.

Justeru GMUKM menuntut supaya mereka dilepaskan dari dakwaan tersebut yang dilihat tidak relevan dan memberi black fire kepada pihak Univesiti sendiri akibat sikap berdiam diri yang ditunjukkan mereka.

Tuesday, May 4, 2010

Kewangan Islam turut tarik minat masyarakat bukan Islam

MANAMA 4 Mei - Pertumbuhan kewangan Islam seluruh dunia yang berterusan dan tanpa gangguan telah menarik minat besar di peringkat antarabangsa, bukan sahaja daripada negara-negara Islam, malah juga daripada masyarakat bukan Islam, kata Gabenor Bank Negara Malaysia, Tan Sri Dr. Zeti Akhtar Aziz.

Beliau berkata, kewangan Islam terus memperlihat daya tahannya dalam persekitaran kewangan antarabangsa semasa yang mencabar.

"Pusat-pusat kewangan seperti London, Perancis, Hong Kong dan Singapura meningkatkan usaha untuk menggalakkan lagi perkembangan kewangan Islam di pusat-pusat kewangan masing-masing," katanya dalam ucapannya yang dibacakan oleh Timbalan Gabenor Datuk Mohd Razif Abd. Kadir pada Jamuan Malam Malaysia Showcase di ibu kota Bahrain ini, Isnin.

Pameran Malaysia Showcase diadakan sempena Sidang Kemuncak Lembaga Perkhidmatan Kewangan Islam (IFSB) Ketujuh yang bermula esok.

Zeti berkata, peluasan kewangan Islam di peringkat antarabangsa juga menyaksikan jalinan hubungan perdagangan dan pelaburan antara Asia dan Timur Tengah dalam tahun-tahun kebelakangan ini.

"Kemunculan pusat-pusat kewangan baharu di Asia dan Timur Tengah serta sifatnya yang semakin bersepadu memperkukuh asas bagi kewujudan Laluan Sutera baharu," tegasnya.

Di samping itu, ia juga telah membuka dan memperluas potensi ini kepada ekonomi-ekonomi maju bagi memupuk hubungan kewangan yang lebih teguh dengan wilayah-wilayah pertumbuhan Asia dan Timur Tengah, kata gabenor bank pusat itu.

Beliau berkata, meskipun kewangan Islam telah memperlihatkan daya tahannya dalam tempoh-tempoh mencabar, namun usaha berterusan sedang dijalankan untuk meningkatkan lagi daya tahan itu dan mempermudah pengurusan mudah tunai berkesan merentasi sempadan.

Bank Pembangunan Islam, contohnya, mengadakan kerjasama dengan IFSB dan membentuk dua pasukan petugas — Pasukan Petugas mengenai Kewangan Islam dan Kestabilan Kewangan Global, serta Pasukan Patugas Peringkat Tinggi mengenai Pengurusan Mudah Tunai.

Melalui Pasukan Petugas mengenai Kestabilan Kewangan, ia telah mewujudkan satu Forum Kestabilan Kewangan Islam yang diadakan dua kali setahun. Forum ini merupakan platform strategik bagi dialog membina untuk memupuk kestabilan kewangan.

Zeti berkata, satu dimensi penting kewangan Islam bukanlah hanya peranannya yang berpotensi dan kerelevanannya dalam menyumbang kepada kestabilan kewangan dunia, malah juga potensinya untuk menyokong keseluruhan pertumbuhan ekonomi global.

Lebih penting lagi, ia juga merupakan saluran yang amat perlu bagi mewujudkan hubungan yang lebih erat di kalangan ekonomi-ekonomi baru, bukan sahaja bagi meningkatkan perdagangan dan pengaliran pelaburan malah juga pengaliran kewangan antarabangsa antara negara-negara.

Kata Zeti, penggemblengan usaha ini akan menyumbang kepada kestabilan sistem kewangan antarabangsa dan kemakuran ekonomi dunia. - Bernama

Thursday, April 15, 2010

BERBEKAM, SALAH SATU KAEDAH RAWATAN ANJURAN NABI MUHAMMAD SAW




BEKAM MODEN
PUSAT KHIDMAT MASYARAKAT AL-HIJAMAH
www.http;//hafizhuffaz.blogspot.com


PERKHIDMATAN YANG DIJALANKAN :
• BEKAM DARAH ( MODEN )
• BEKAM ANGIN
• URUT SELURUH BADAN
• URUT REFLEKSI KAKI DAN TANGAN
• PERUBATAN ISLAM
• KELAS AL-QURAN & FARDU AIN


KHIDMAT TERUS KE RUMAH
UNTUK TEMUJANJI

HUBUNGI

UST MOHD HAFIZ AL-HAFIZ
WAL HIJAMAH
013-6357990 / 013-2469027
apish_83@yahoo.com

( PAKAR BEKAM BERPENGALAMAN SELAMA 10 TAHUN )

Tuesday, March 23, 2010

MANSUH GST PERKASA INSTITUSI ZAKAT

GST (Goods and Services Tax) yang dibentangkan di parlimen pada 24 Nov. 2009 oleh Perdana Menteri Malaysia dan akan dilaksanakan pada 2011 selepas melalui proses bacaan kedua seterusnya dijadikan akta bagi menggantikan cukai jualan dan pembelian yang selama ini dikutip kerajaan.

Kadar 4% akan dikutip bagi setiap cukai pengeluaran dan import itu tidak ada jaminan bahawa kadar yang ditetapkan oleh kerajaan tidak akan dinaikkan dengan sewenang wenangnya satu hari nanti. Sistem yang diperkenalkan ini hanya dilihat membebankan lagi rakyat yang miskin berbanding golongan kaya, jelas sistem ini adalah lanjutan dari sistem sosialis yang diambil dari barat.

Negara Singapura yang telah melaksanakan GST pada tahun 1994 juga sekarang sedang mengkaji semula sistem yang telah digunapakai sekian lama yang hanya mampu memberi kadar keuntungan kepada pengimport sahaja berbanding rakyat sebagai pengguna. Mula-mula Singapura mengekalkan (GST) tiga peratus, sekarang (meningkat pada) tujuh peratus dan apa setiap kali GST dinaikkan, maka inflasi juga akan turut meningkat.(inflasi)

INSTITUSI ZAKAT SEBAGAI ALTENATIF

Maqasid kewajipan Zakat adalah mengambil harta orang kaya yang berlebihan, lalu diberikan kepada 8 asnaf, terutama kepada fakir miskin. Sabda Nabi SAW;maksudnya;

"Sesungguhnya ALLAH fardukan atas mereka sedekah pada harta mereka. (harta itu) diambil daripada orang-orang kaya mereka, dan diberikan kepada orang-orang miskin dari kalangan mereka" (Al-Bukhari : 1308)

Asnaf yang 8, wajib diberikan zakat. Adapun asnaf dari kalangan orang fakir dan miskin hendaklah didahulukan.Firman Allah;maksudnya;

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"(Surah At-taubah : 60)

Adapun GST, mahu dilaksanakan untuk mengutip cukai dari rakyat secara melata; tidak kira mereka yang miskin, mahupun kaya. Rakyat yang kaya, tidak menjadi keberatan kepada mereka untuk menunaikan kewajipan cukai yang dikenakan, tetapi bagaimana pula keadaan si miskin?

Sudah kelihatan kezaliman yang wujud dalam GST yang mahu dilaksanakan oleh kerajaan. Lebih parah lagi, apabila GST mahu dilaksanakan, tetapi dalam masa yang sama, cukai import Buggy (kereta golf) dihapuskan cukai serta-merta oleh Kerajaan.

Dengan kata lain, Kerajaan sebenarnya hendak menjaga rakyat, atau mahu memberikan keistimewaan hidup kepada golongan yang kaya?

Ia sangat bertentangan dengan kadar yang boleh diambil oleh amil zakat bagi memenuhi upah (al-ujrah) sebanyak 12% yang telah ditetapkan kerajaan hasil dari kerja yang dilakukan berbanding dengan sumber yang datang dalam sistem GST yang regresif.

Sistem Islam sudah lama menganjurkan sistem yang kadarnya memberi keadilan diri skop fitrah manusia boleh menerima bahawa bebanan yang ditanggung oleh golongan kaya dan miskin adalah sama walaupun kadar bayaran yang dikenakan adalah berbeza. Contoh yang boleh diutarakan disini adalah sistem yang bersifat prograsif kepada masyarakat iaitu golongan yang bergaji tinggi seperti rm 3000 maka cukainya 8% dan jika gajinya 15 ribu maka cukainya turut naik sehingga 25% site mini boleh membantu masyarakat sebenarnya.

Berbanding dengan sistem regresif yang hanya mengikut kadar belanjawan seseuatu pihak contohnya gajinya 15 ribu namun mereka berbelanja sebahagian sahaja hasil dari gaji mereka, bermakna mereka dapat menyelamatkan sebahagian lagi gaji yang mereka simpan. Disini menunjukkan tetidaksaksamaan berlaku dalam menentukan bebanan yang ditanggung oleh pengguna khususnya.

Justeru, GST perlu dihapuskan bagi memberi keadilan kepada semua pengguna dinegara ini dan perlu kepada usaha usaha kerajaan untuk membuat penelitian kembali kepada sistem Ekonomi Islam yang semakin mendapat tempat.

KENAPA HATI ?

Sewaktu Ibrahim Adham keluar ke pasar Basrah kerana suatu keperluan, beliau telah dikerumuni oleh orang ramai yang ingin menimba ilmu daripadanya.

Dalam pertemuan itu Ibrahim telah ditanya maksud sebenar firman Allah swt di dalam Al-Qur’an tentang anjuran agar sentiasa berdoa kepada-Nya, kelak Dia akan memperkenankannya.

Kata mereka, “Wahai Ibrahim, kami telah berdoa kepada Allah swt, tetapi masih tidak diperkenankan-Nya. Beritahulah kami apa sebabnya?.

Ibrahim Adham menjawab “Mati hati disebabkan oleh 10 perkara…

a. Kamu mengenali Allah, tetapi kamu tidak menunaikan hak-Nya (perintahnya)
b. Kamu membaca Al-Qur’an, tetapi kamu tidak beramal dengannya.
c. Kamu mendakwa iblis itu musuh kamu, tetapi kamu menurut hasutannya.
d. Kamu mendakwa mencintai Rasulullah saw, tetapi kamu meninggalkan amalan dan sunnahnya.
e. Kamu mendakwa mencintai syurga, tetapi kamu tidak beramal untuk mendapatkannya.
f. Kamu mendakwa membenci neraka, tetapi kamu tidak meninggalkan perbuatan dosa.
g. Kamu mendakwa mati itu benar, tetapi kamu tidak bersedia untuknya.
h. Kamu sibuk menceritakan keaiban orang lain, tetapi kamu lupa keaiban diri kamu sendiri.
i. Kamu makan rezeki yang dikurniai Allah, tetapi kamu lupa mensyukurinya.
j. Kamu mengebumikan jenazah saudaramu, tetapi kamu lupa mangambil ikhtibar darinya.


JIKA KAMU BELUM TAHU APAKAH SYURGA ATAU NERAKA ITU TEMPATMU, NESCAYA TIDAK ADA MASA UNTUK KAMU KETAWA, KAMU TIDAK AKAN BERMANDI DENGAN AIR MATA.
JIKA KAMU TAHU BETAPA NIKMATNYA SYURGA ITU, KAMU PASTI TIDAK AKAN TERPESONA DENGAN NIKMAT DUNIA.

Oleh
Ibnu Abdul Razak

Tuesday, March 9, 2010

IBU MITHALI

PENERIMA ketiga berjalan perlahan-lahan turun dari pentas. Di lehernya, telah terkalung pingat "Ibu Mithali". Tangan kanannya menggenggam erat satu sampul dan segulung sijil. Tangan kirinya pula memegang beberapa hadiah iringan. Anaknya setia melangkah di sisi.

"Sekarang ....," suara pengacara majlis bergema kembali, "Tibalah kita kepada penerima anugerah "Ibu Mithali" yang terakhir. Penerima ini agak lain daripada yang lain dan sungguh istimewa. Untuk itu, dipersilakan Puan Afifah Rashid naik ke pentas bersama- sama Cik Nurul Humairah, untuk tampil memperkenalkan ibunya. Dipersilakan. "

Mataku tercari-cari pasangan ibu dan anak yang bakal mengambil tempat itu. Di barisan penonton paling hadapan, aku dapati seorang anak gadis berkulit hitam m anis dan bertubuh tinggi lampai, sedang berusaha memujuk seorang wanita dalam lingkungan usia 60-an untuk bangun.

Aneh, kenapa ibu yang seorang ini nampaknya begitu keberatan untuk naik ke pentas? Kenapa dia tidak seperti tiga orang penerima sebelumnya, yang kelihatan begitu bangga menapak naik ke pentas, sebaik sahaja mereka dijemput?

Hampir lima minit kemudian, barulah tampak si anak gadis yang memakai sepasang kebarung bertanah ungu dan berbunga merah jambu serta bertudung ungu kosong, bersusah payah memimpin ibunya naik ke pentas.

Ibu itu pun menduduki kerusi yang telah diduduki oleh tiga orang penerima sebelumnya. Anak gadis itu kemudiannya beredar ke pembesar suara. Dia beralih pandang kepada ibunya yang hanya tunduk memerhati lantai pentas.

'Pelik sungguh ibu yang seorang ini. Lagaknya bukan lagak orang yang akan menerima anugerah. Dia tak ubah seperti seorang pesalah yang sedang menanti hukuman. Duduknya serba tak kena. Sekejap beralih ke kanan, sekejap berpusing ke kiri. Tangannya menggentel-gentel baju kurung biru muda yang dipakainya.'

Dehem si anak dalam pembesar suara membuat aku sedikit tersentak.
Tumpuanku yang sekian lama terhala ke pentas, aku alihkan pada buku notaku. Aku menconteng-conteng helaian yang masih putih bersih itu untuk memastikan penku dalam keadaan yang baik. Kemudian, aku memeriksa kameraku. Filemnya masih ada. Baterinya masih dapat bertahan.

Sempat juga aku mengerling rakan-rakan wartawan dari syarikat akhbar dan majalah lain yang duduk di kiri kananku. Nampaknya, pen sudah berada dalam tangan masing-masing. Mata mereka sudah terarah kepada ibu di atas pentas dan anak yang sudah pun memulakan bicaranya dengan bismillah dan, memberi salam.

Aku tersenyum dan mengangguk kepada rakan- rakan wartawan yang duduk semeja denganku. Tetapi, senyuman dan anggukanku sudah tidak sempat mereka balas. Aku lantas mengemaskan dudukku mencari posisi yang paling selesa.
"Pertama sekali, saya ingin memanjatkan rasa syukur ke hadrat Allah, kerana dengan izin-Nyalah saya dan, mak berada dalam majlis yang gilang-gemilang ini. Seterusnya, saya ingin merakamkan penghargaan saya kepada pihak penganjur yang telah mempertimbangkan mak saya sebagai, salah seorang penerima anugerah "Ibu Misali" tahun ini."

Suasana menjadi sunyi. Hadirin memberi tumpuan sepenuhnya kepada percakapan gadis itu.

"Sebetulnya, ketika saya kecil, saya memang membenci mak. Darjah kebencian itu meningkat setelah saya mendapat tahu Puan Afifah hanyalah mak angkat saya. Pada masa yang sama, saya merasakan sayalah anak yang paling malang , disisihkan oleh ibu sendiri, dan diperhambakan pula oleh mak angkat untuk membantu menjaga anak-anak kandungnya"

"Membantu menjaga anak- anak kandungnya? Mungkin, persoalan itu sedang pergi balik dalam benak tuan-tuan dan puan-puan sekarang.. Persoalan itu pasti akan terjawab sebentar lagi, apakala saya mempertontonkan rakaman video yang memaparkan kehidupan anakanak kandung mak. Sebelum itu, saya harus menegaskan bahawa anak-anak yang bakal hadirin lihat nanti bukan terdiri daripada doktor, peguam, jurutera, pensyarah, ahli perniagaan, pemimpin masyarakat, dan guru, seperti mana anak ketiga-tiga "Ibu Mithali" yang baru menerima anugerah sebentar tadi."
Suara hadirin yang kehairanan mula kedengaran.

"Inilah dia abang-abang dan kakak- kakak saya!" suara hadirin semakin kedengaran. Mereka tidak dapat membendung rasa kekaguman.

"Yang mengeluarkan berbagai-bagai bunyi itu, Abang Long. Yang sedang merangkak ke sana ke mari itu, ialah Kak Ngah. Yang sedang mengesot ke ruang tamu itu, ialah Abang Alang. Yang sedang berjalan sambil berpaut pada dinding itu, ialah Kak Anjang. Yang sedang berjalan jatuh dari dapur ke dalam bilik itu, ialah Abang Andak."

"Seperti yang tuan-tuan dan puan-puan saksikan, tahap kecacatan fizikal dan mental abangabang dan, kakak-kakak saya tidak sama. Daripada yang tidak boleh bercakap dan bergerak langsung, seperti bayi yang baru lahir hinggalah kepada yang boleh berjalan jatuh dan, bercakap pelat-pelat, seperti budak berumur satu atau, dua tahun."
Hadirin yang sebentar tadi bingit suaranya kini terdiam kembali. Mereka menonton video yang sedang ditayangkan itu dengan khusyuknya.

"Untuk pengetahuan semua, abang-abang dan kakak-kakak saya, telah menjangkau usia 20-an dan, 30-an. Namun, meskipun telah dilatih dengan sungguh-sungguh, mereka masih belum pandai mengurus makan minum dan berak kencing mereka sendiri. Lihatlah betapa sukarnya mak hendak melayan makan dan, pakai mereka."
"Sewaktu saya berusia enam atau, tujuh tahun, saya sering mencemburui abang-abang, dan kakak-kakak kerana mereka, mendapat perhatian istimewa daripada mak. Saya iri hati melihat mak memandikan mereka. Saya sakit hati melihat mak menyuap mereka. Sedang saya disuruh buat semua itu sendiri."

"Mirah dah besar, kan ? Mirah dah boleh uruskan diri Mirah sendiri, kan ?" Lembut nada suara mak tiap kali dia memujuk saya. Namun, kelembutan itu telah menyemarakkan api radang saya

"Tapi, mak tak adil!" Saya kerap membentak. "Mak buat segalagalanya untuk kakak- kakak dan abang- abang. Kalau untuk Mirah, mak selalu berkira!"

"Mirah, abang-abang dan kakak-kakak Mirah tidak secerdas Mirah. Mereka cacat!" Berkali-kali mak menegaskan kepada saya. "Sebab itulah mak terpaksa membantu mereka."

"Mereka cacat apa, mak?" Saya membeliakkan mata kepada mak. "Semua anggota mereka cukup. Kaki dan tangan mereka tidak kudung. Mata mereka tidak buta. Yang betulnya, mereka malas, mak!"

"Mirah ... Mirah belum faham, sayang." Suara mak akan menjadi sayu tiap kali dia mempertahankan kakak-kakak dan abang-abang saya. Tetapi, kesayuan itu tidak pernah mengundang rasa simpati saya.

"Apabila difikirkan kembali, saya merasakan tindakan saya itu terlalu bodoh. Abang-abang dan kakak-kakak tak pernah kacau saya. Mak pun cuma sekali-sekala saja meminta bantuan saya menyuapkan mereka makan atau menukar kain lampin mereka. Itu pun saya tidak pernah ikhlas menolong.
Saya akan merungut tidak henti-henti sepanjang masa saya melakukan itu. Jika makanan yang saya suap tumpah atau jika abang-abang dan kakak-kakak terkencing atas tangan saya, ketika saya sedang menyalin kain lampin mereka, tangan saya ringan saja mencubit atau menampar mereka. Saya tahu mereka tidak pandai mengadu perbuatan jahat saya kepada mak. Ketika itu, memang saya langsung tidak punya rasa hormat kepada abang-abang dan kakak-kakak. Kepada saya, kehadiran mereka menyusahkan hidup saya."
"Hantarlah abang-abang dan kakak-kakak ke rumah kebajikan, mak." Saya pernah mengusulkan kepada mak, ketika saya berusia sepuluh tahun.
"Lepas itu, mak dan ayah boleh hidup senang-lenang macam mak dan ayah orang lain. Mirah pun takkan rasa terganggu lagi."

"Mereka anak-anak mak, Mirah. Jadi, maklah yang patut jaga mereka, bukan petugas-petugas di rumah kebajikan." Begitu reaksi mak setiap kali saya mencadangkan hal itu.

"Saya langsung tidak menghormati, apatah lagi mengagumi pendirian mak.
Mak memang sengaja menempah masalah. Mak tidak menghargai jalan keluar yang telah sedia terentang di hadapannya."

"Rasa geram dan marah saya sampai ke puncaknya, semasa saya berusia dua belas tahun. Pada hari itu, mak demam teruk hingga tidak dapat bangun. Ayah terpaksa ambil cuti untuk membawa mak ke klinik. Lalu, saya ditinggalkan untuk menjaga abang-abang dan kakak-kakak di rumah.
Sebelum meninggalkan rumah, biarpun dalam keadaan yang lemah, berkali-kali mak sempat berpesan kepada saya, agar jangan lupa memberi abang-abang dan kakak-kakak makan, dan menukar kain lampin mereka."
Suasana dewan terus sunyi. Hadirin masih khusyuk mendengar cerita gadis itu.
"Itulah kali pertama saya ditinggalkan bersama-sama abang-abang dan kakak-kakak, selama lebih kurang lima jam. Jangka masa itu cukup menyeksakan. Kebetulan pada hari itu, abang-abang dan kakak-kakak benar-benar mencabar kesabaran saya. Entah mengapa Abang Long enggan makan. Jenuh saya mendesaknya. Abang Alang dan Kak Ngah pula asyik mencirit saja. Letih saya menukar kain lampin mereka. Abang Andak pula, asyik main air ketika saya memandikannya. Basah lencun baju saya dibuatnya. Kak Anjang pula, asyik sepahkan nasi dan tumpahkan air.
Penat saya membersihkannya. "

"Apabila mak dan ayah pulang, saya sudah seperti kain buruk, tubuh saya lunyai. Saya sudah tidak berupaya melihat muka mak dan ayah. Saya terus melarikan diri ke rumah ibu kandung saya, yang terletak di sebelah rumah mak.. Begitulah lazimnya. Apabila fikiran saya terlalu kacau, saya akan ke rumah ibu untuk mencari ketenangan."

"Ibu!" Saya menerpa masuk lalu memeluk ibu. "Kenapa ibu bagi Mirah kepada mak? Kalau ya pun ibu tidak suka Mirah, bagilah Mirah pada orang lain yang lebih menyayangi Mirah, bukan mak."

"Mirah!" Ibu merangkul saya. " Kan dah berkali-kali ibu tegaskan yang ibu bagi Mirah kepada mak bukan kerana ibu tak sayang Mirah."

"Lazimnya ibu akan membuka kembali lipatan sejarah hidupnya apabila situasi itu berlaku.. Ibu ialah kakak mak. Ibu sakit teruk setelah melahirkan saya. Selama berbulan-bulan ibu terlantar di hospital, mak yang telah menjaga saya. Setelah ibu sembuh, ibu dapat lihat sendiri betapa gembiranya mak dapat menjaga seorang anak normal.

Justeru, ibu tidak sampai hati hendak memisahkan kami."

"Ibu telah berasa betapa nikmatnya menjaga tujuh orang anak yang pintar dan cerdas. Jadi, biarlah nikmat itu turut dirasakan oleh mak pula dengan menjaga Mirah. Lagipun, dengan menyerahkan Mirah kepada mak, ibu masih dapat melihat Mirah membesar di hadapan mata ibu, walaupun Mirah tinggal bersama-sama mak. Dari pemerhatian ibu, ibu rasa, mak lebih menyayangi Mirah berbanding dengan anak anaknya yang lain."

"Sayang apa? Ibu tahu tak yang rumah tu macam neraka bagi Mirah? Ibu tahu tak yang Mirah ni tak ubah seperti hamba di rumah tu?"

"Jangan besar-besarkan perkara yang kecil, Mirah. Ibu tahu sekali-sekala saja mak membebankan Mirah dengan kerja-kerja rumah dan tugas menjaga abang-abang dan kakak-kakak Mirah. Itu pun Mirah buat tidak sesungguh hati. Nasi mentahlah, lauk hanguslah, abang-abang, dan kakak-kakak kena lempanglah."

"Mak adu semua kepada ibu, Ya?" Saya masih mahu berkeras meskipun saya tahu saya bersalah.
"Mak jarang-jarang mengadu keburukan Mirah kepada ibu. Ibu sendiri yang kerap mengintai Mirah dan melihat bagaimana Mirah melaksanakan suruhan mak."

"Saya tunduk. Saya sudah tidak sanggup menentang mata ibu."

"Ibu malu, Mirah. Ibu mengharapkan kehadiran Mirah di rumah mak kau itu dapat meringankan penderitaan mak.

Tetapi, ternyata kehadiran Mirah di rumah itu menambahkan beban mak."

"Saya benar-benar rasa terpukul oleh kata-kata ibu."

"Ibu rasa, apa yang telah mak beri kepada Mirah, jauh lebih baik daripada apa yang diberi kepada anak-anaknya sendiri. Mirah dapat ke sekolah. Kakak-kakak dan abang-abang Mirah hanya duduk di rumah. Mirah dapat banyak pakaian cantik. Sedang anak-anak mak yang lain pakaiannya itu-itulah juga. Setiap kali Mirah berjaya dalam peperiksaan, mak sungguh gembira. Dia akan meminta ibu tolong menjaga abang-abang dan kakak-kakak kerana dia nak lihat Mirah terima hadiah."

"Saya tidak sanggup mendengar kata-kata ibu selanjutnya, bukan kerana saya tidak mengakui kesalahan saya, tetapi kerana saya benar-benar malu."

"Saya meninggalkan rumah ibu bukan kerana berasa tersisih daripada ibu kandung sendiri, atau berasa kecewa sebab tidak mendapat pembelaan yang diharap- harapkan. Saya meninggalkan rumah ibu dengan kesedaran baru." "Sesampainya saya ke rumah tempat saya berteduh selama ini,saya dapati mak yang belum sembuh betul sedang melayan kerenah abang-abang dan kakak-kakak dengan penuh sabar. Saya terus menghilangkan diri ke dalam bilik kerana saya dihantui oleh rasa bersalah. Di dalam bilik, saya terus resah-gelisah. "

"Mirah," panggilan lembut mak seiring dengan bunyi ketukan di pintu bilik saya. "Mirah."

"Saya cepat-cepat naik ke atas katil dan memejam mata, pura-pura tidur."

"Sejurus kemudian, terdengar bunyi pintu bilik saya dibuka. "Mirah dah tidur rupa-rupanya! Kesian. Tentu Mirah letih menjaga abang-abang dan kakak- kakak semasa mak, ke klinik siang tadi. Maafkan mak, sayang. Mak tahu Mirah masih terlalu muda untuk memikul beban seberat itu. Tapi, keadaan benar- benar terdesak pagi tadi, Mirah. Mak janji, lain kali mak tak akan kacau Mirah lagi. Mak akan meminta ibu atau orang lain menjaga abang- abang dan kakak-kakak kalau mak terpaksa tinggalkan rumah"

Sepanjang mak berkata-kata itu, tangan mak terus mengusap-usap dahi saya.. Suara mak tersekat-sekat. Saya terlalu ingin membuka mata dan menatap wajah mak ketika itu.

"Mirah, mak tahu Mirah tak bahagia tinggal bersama-sama mak."

Suatu titisan air mata gugur di atas dahi saya. Kemudian, setitik lagi gugur di atas pipi saya. Selepas itu, titisan-titisan itu kian rancak gugur menimpa serata muka dan leher saya.

"Walau apa pun tanggapan Mirah kepada mak, bagi mak, Mirah adalah segala-galanya. Mirah telah menceriakan suasana dalam rumah ini. Mirah telah menyebabkan mak berasakan hidup ini kembali berharga. Mirah telah. .."

"Mak!" Saya lantas bangun lalu memeluk mak. Kemudian, tiada kata-kata yang lahir antara kami. Yang kedengaran hanyalah bunyi sedu-sedan dan esak tangis.
Peristiwa pada hari itu dan, pada malamnya telah mengubah pandangan saya terhadap mak, abang-abang dan kakak-kakak. Saya mula merenung dan menilai keringat mak. Saya mula dapat menerima keadaan kakak- kakak dan abang- abang serta belajar menghormati dan, menyayangi mereka.

Keadaan dewan menjadi begitu sunyi seperti tidak berpenghuni sejak gadis itu berbicara.

Setelah meraih kejayaan cemerlang dalam peperiksaan penilaian darjah lima , saya telah ditawarkan untuk melanjutkan pelajaran ke peringkat menengah, di sebuah sekolah berasrama penuh. Saya telah menolak tawaran tersebut..

"Kenapa Mirah tolak tawaran itu?"

"Bukankah di sekolah berasrama penuh itu Mirah boleh belajar dengan sempurna?"

"Betul tu, Mirah. Di sana nanti Mirah tak akan berdepan dengan gangguan daripada abang-abang dan kakak-kakak! "

"Mirah tak menyesal ke, kemudian hari nanti?"

Bertubi-tubi mak dan ayah menyoal. Mata mereka tidak berkelip-kelip memandang saya.

"Mak, ayah." Saya menatap wajah kedua-dua insan itu silih berganti.
"Mirah ingin terus tinggal di rumah ini. Mirah ingin terus berdamping dengan mak, ayah, abang-abang dan kakak-kakak. "

"Tapi, boleh ke Mirah buat ulang kaji di rumah? Pelajaran di sekolah menengah itu, bukannya senang." Mak masih meragui keupayaan saya.

"Insya-Allah, mak. Mirah rasa, Mirah dapat mengekalkan prestasi Mirah semasa di sekolah menengah nanti," balas saya penuh yakin.

Mak dan ayah kehabisan kata-kata. Mulut mereka terlopong. Mata mereka terus memanah muka saya. Garis-garis kesangsian masih terpamer pada wajah mereka. Sikap mak dan ayah itu telah menguatkan azam saya untuk terus menjadi pelajar cemerlang, di samping menjadi anak dan adik yang baik.

Selama di sekolah menengah, mak sedapat mungkin cuba membebaskan saya daripada kerjakerja memasak dan mengemas rumah, serta tugas menjaga makan pakai abang-abang dan kakak-kakak kerana takut pelajaran saya terganggu. Sebaliknya saya lebih kerap menawarkan diri untuk membantu, lantaran didorong oleh rasa tanggungjawab dan timbang rasa.

Gadis yang bernama Nurul Humairah itu terus bercerita dengan penuh semangat, apabila melihatkan hadirin di dalam dewan itu mendengar ceritanya dengan penuh minat.

"Saya terpaksa juga meninggalkan rumah sewaktu saya melanjutkan pelajaran di Universiti Kebangsaan Malaysia . Di sana saya membuat pengkhususan dalam bidang pendidikan khas. Bidang ini sengaja saya pilih kerana saya ingin menabur bakti kepada segelintir pelajar yang kurang bernasib baik. Di samping itu, pengetahuan yang telah saya peroleh itu, dapat saya manfaatkan bersama untuk abang-abang dan kakak-kakak. "

"Kini, telah setahun lebih saya mengharung suka duka, sebagai seorang guru pendidikan khas di kampung saya sendiri. Saya harus akui,segulung ijazah yang telah saya miliki tidak seberapa nilainya, berbanding dengan mutiara-mutiara pengalaman yang telah mak kutip sepanjang hayatnya."

"Sekarang, saya lebih ikhlas dan lebih bersedia untuk menjaga abang-abang dan kakak-kakak. Pun begitu, hati ini sering tersentuh apabila beberapa kali saya terdengar perbualan mak dan Ayah."

"Apa akan jadi kepada kelima-lima orang anak kita itu lepas kita tak ada, bang?" suara mak diamuk pilu..

Ayah akan mengeluh, kemudian berkata, "Entahlah. Takkan kita nak harapkan Mirah pula?"

"Mirah bukan anak kandung kita." Mak meningkah. "Kita tak boleh salahkan dia kalau dia abaikan abang-abang dan kakak-kakaknya. "

"Mirah nak tegaskan di sini, mak, yang Mirah akan membela nasib abang-abang dan, kakak-kakak lepas mak dan ayah tak ada. Ya, memang mereka bukan saudara kandung Mirah. Tapi, tangan yang telah membelai tubuh Mirah dan tubuh mereka adalah tangan yang sama. Tangan yang telah menyuapkan Mirah dan mereka, juga tangan yang sama. Tangan yang memandikan Mirah dan mereka, adalah tangan yang sama, tangan mak."

Kelihatan gadis yang berkebarung ungu, berbunga merah jambu itu, tunduk sambil mengesat air matanya dengan sapu tangannya. Kebanyakan hadirin, khususnya wanita turut mengesat air mata mereka.

Gadis itu menyambung bicaranya. Tiga bulan lalu, saya terbaca mengenai pencalonan anugerah "Ibu Misali" dalam akhbar. Saya terus mencalonkan mak, di luar pengetahuannya. Saya pasti, kalau mak tahu, dia tidak akan merelakannya. Saya sendiri tidak yakin yang mak akan terpilih untuk menerima anugerah ini, sebab anak- anak mak bukan terdiri daripada orang-orang yang disanjung masyarakat, seperti lazimnya anak- anak "Ibu Misali" yang lain.

"Lorong dan denai kehidupan yang orang-orang seperti mak lalui mempunyai banyak duri dan, ranjau berbanding dengan ibu-ibu lain. Betapa keimanan mak tidak tergugat biarpun berdepan dengan dugaan yang sebegini hebat. Tiada rasa kesal. Tiada rasa putus asa. Tidak ada salah-menyalahkan antara mak dan ayah."

"Maafkan Mirah sekali lagi, mak. Hingga ke saat- saat terakhir tadi, mak masih tidak menyenangi tindakan Mirah mencalonkan mak, untuk menerima anugerah ini. Mak merasakan diri mak terlalu kerdil lebih-lebih lagi setelah mak mendengar pengisahan "Ibu Misali" pertama, kedua dan ketiga. Berkali-kali mak tegaskan yang mak menjaga anak-anak mak bukan kerana mahukan anugerah ini, tapi kerana anak-anak adalah amanah Tuhan."

"Saya ingin jelaskan di sini bahawa saya mencalonkan mak untuk anugerah ini, bukan dengan tujuan merayu simpati. Saya cuma berharap kegigihan dan ketabahan mak akan dapat direnung oleh ibu-ibu lain, terutama ibu-ibu muda yang senang-senang mendera dan mencampakkan anak mereka yang cornel, segar-bugar serta sempurna fizikal dan, mental."

"Sebagai pengakhir bicara, sekali lagi saya ingin merakam penghargaan saya kepada pihak penganjur, kerana telah mempertimbangkan mak saya sebagai salah seorang penerima anugerah "Ibu Misali" tahun ini. Semoga pemilihan mak ini akan memberi semangat baru kepada ibu-ibu lain yang senasib dengan mak."

"Sekian, wassalamualaikum warahmatullah. "

Gadis itu beredar meninggalkan pembesar suara.

Penku telah lama terbaring. Buku notaku telah lunyai dek air mataku sendiri. Bahuku dienjut-enjut oleh sedu- sedanku. Pandanganku menjadi kabur. Dalam pandangan yang kabur-kabur itu, mataku silau oleh pancaran cahaya kamera rakan semejaku. Aku segera mengangkat kameraku dan menangkap gambar secara rambang tanpa mengetahui sudut mana atau, apa sebenarnya yang telah menarik perhatian wartawan-wartanan lain.

'Bertenang. Kau di sini sebagai pemberita. Kau seharusnya berusaha mendapat skop yang baik, bukan dihanyutkan oleh perasaan kau sendiri.'
Terdengar pesanan satu suara dari dalam diriku.

Lantas, aku mengesat air mataku. Aku menyelak buku notaku mencari helaian yang masih belum disentuh oleh air mataku. Aku capai penku semula.

"Demikianlah kisah pelayaran seorang ibu di samudera kehidupan yang tidak sunyi dari ombak dan badai. Sekarang, dijemput Yang Berbahagia Puan Sri Salwa Najwa dengan diiringi oleh Pengerusi Jawatankuasa Pemilihan "Ibu Mithali" untuk menyampaikan anugerah "Ibu Mithali" serta beberapa hadiah iringan kepada Puan Afifah Rashid. Yang Berbahagia Puan Sri dipersilakan. "

Nurul Humairah membantu maknya bangun. Kemudian, dia memimpin maknya melangkah ke arah Yang Berbahagia Puan Sri Salwa Najwa. Lutut maknya menggeletar. Namun begitu kerana dia tidak berdaya menahan perasaannya dia terduduk kembali di atas kerusi.

Melihatkan itu, Yang Berbahagia Puan Sri Salwa Najwa sendiri datang mendapatkan Puan Afifah, lalu mengalungkan pingat itu. Setelah itu, beliau menyampaikan beberapa hadiah iringan. Air mata Puan Afifah berladung.

Tepukan gemuruh bergema dari segenap penjuru dewan. Sejurus kemudian, seorang demi seorang penerima anugerah "Ibu Mithali" sebelumnya, naik ke pentas bersalaman dan berpelukan dengan Puan Afifah. Bertambah lebatlah hujan air mata penerima anugerah "Ibu Mithali" yang terakhir itu.

Monday, March 8, 2010

EPISOD SEORANG MUFTI

Penulis hanya ingin berkongsi pandangan…

Adakah wajar seorang yang berpangkat mufti mengeluarkan kenyataan yang tidak menggambarkan pandangan yang cerdik bagi seorang mufti, begitulah yang berlaku terhadap mufti perak yang mengeluarkan kenyataan seolah-olah mengiktiraf dasar sekuler yang diwarisi oleh pemerintah.

Harussani dilaporkan mendakwa keangkuhan Pas Perak yang menolak mentah-mentah cadangan penubuhan kerajaan perpaduan di negeri itu, walaupun secara dasarnya diperkenan Sultan Perak, Raja Azlan Shah dan dipersetujui kepimpinan tertinggi parti itu.

Mengambil dahulu sebahagian ucapan beliau di program Dialog Za'ba, Perpaduan Melayu: Cabaran dan Realiti di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), minggu lepas. Antaranya beliau berkata, “Kenapa Pas tidak boleh bergabung untuk membentuk kerajaan yang sudah pasti akan memperoleh majoriti 100 peratus Melayu memerintah.
Sedarkah beliau bahawa kerajaan Perak yang dirampas dari tangan rakyat hari ini didokong oleh UMNO, sebuah parti yang meyakini bahawa politik dan agama tidak boleh bercampur?

Adakah beliau bersedia mengiktiraf sebuah parti yang berdasarkan sekuler boleh duduk semeja dengan parti islam sedangkan al-quran juga menyebut : tidak bercampur kebenaran dengan kebatilan.

Apabila bercakap isu perpaduan melayu, cadangan yang paling baik harus dilontarkan oleh seorang mufti bukannya mengeruhkan lagi keadaan yang ada, dengan menjajar nama individu-individu tertentu bagi menarik perhatian pendengar forum, tetapi tanggungjawab lebih besar wajib dimainkan sebagai seorang mufti dengan bercakap isu perpaduan menurut lunas lunas Islam yang syumul.

Islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi darinya, masekan Islam boleh bergabung dengan parti sekuler untuk mendokong amanah yang ditinggalkan rakyat, seharusnya Umno yang Melayu itu perlu diISLAMkan secara syumul terlebih dahulu, barulah boleh berurusan dengan baik dan membincangkan isu perpaduan Islam dan Melayu.

Bercakap diatas sendi sendi golongan politik, tidak sewajarnya seorang mufti melibatkan diri dengan mengeluarkan kenyataan menyebelahi mana mana pihak, kerana cakap cakap mufti didengar orang. Mengeluarkan kenyataan seolah cenderung untuk sesuatu pihak dan mengkondem pihak yang lagi satu apa tujuannya tanpa kehadiran orang yang terlibat.

Atau sang mufti telah mengiktiraf bahawa seorang mufti tiadak lagi boleh duduk berdiam diri dengan apa yang berlaku sekarang, bukan lagi perada didalam zone non-partisen dan harus mengeluarkan hujah hujan bagi membantu usaha usaha kearah yang diimpikan, sepatutnya terlebih dahulu sang mufti tersebut mengabungkan dirinya dengan gerakan Islam dalam bersama mencari penyelesaian berkaitan isu perpaduan melayu.

Sewajarnya seorang mufti tidak boleh mewakafkan dirinya sebagai seorang ejen mana mana pihak, kemudian merelakan dirinya menjadi ejen terutamanya ejen golongan sekuler.

WANITA ITU MENEMPAH NERAKA UNTUKNYA

Menurut majalah MANAR ISLAM, pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bas mini untuk menuju ke destinasi di wilayah Iskandariah. Malangnya walau pun tinggal dibumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok mata.

Bajunya agak nipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.Gadis itu dalam lingkungan 20 tahun. Di dalam bas itu ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya. ‘Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan lia r kaum lelaki……’ nasihat orang tua itu.

Namun, nasihat yang sangat bertetapan dengan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawapan mengejek. ‘Siapalah kamu hai orang tua? Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?’ Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat menghiris perasaan orang tua itu gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup setakat itu, si gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kepada orang tua tadi sambil melafazkan kata kata yang lebih dahsyat. ‘Ambil hanphone ku ini dan hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahannam untukku,’ katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawapan dari si gadis manis. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam ada yang menggelengkan kepala kebingungan. Semua yang di dalam bas tidak menghiraukan gadis yang masih muda i tu yang tidak menghormati hukum hakam itu dan mereka tidak mahu menasihatinya kerana khuatir dia akan akan menghina agama dengan lebih teruk lagi. Sepuluh minit kemudian bas pun tiba di perhentian.
Gadis seksi bermulut celupar tersebut di dapati tertidur di muka pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yang lain mengejutkannya tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri… Tiba tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis… Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka-sangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang ramai segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua tiga orang yang cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan kerana tangan mereka terasa panas dan hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat.
Akhirnya mereka memanggil pihak keselamatan menguruskan mayat itu. Begitulah kisah ngeri lagi menyayat hati yang menimpa gadis malang tersebut. Apakah hasratnya menempah sebuah bilik di neraka dimakbulkan Allah? Nauzubillah, sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Sangat baik kita jadikan ikhtibar dan pelajaran dengan kisah benar ini sebagai muslim sejati. Jangan sekali sekali kita mempertikaikan hukum Allah dan mahupun sunnah RasulNya saw dengan mempersendakan atau ejekan.

Kata kata seperti ajaran Islam tidak sesuai lagi dengan arus kemodenan dunia hari ini atau sembahyang tidak akan buat kita jadi kaya dan seumpamanya adalah kata-kata yang sangat biadab dan menghina Allah, pencipta seluruh alam. Ingatlah teman, kita boleh melupakan kematian, tetapi kematian tetap akan terjadi bagi kita. Hanya masanya saja yang akan menentukan bila kita akan kembali ke alam barzakh.. Janganlah menjadi orang yang bodoh, siapakah orang yang bodoh itu? Mereka itulah orang yang ingin melawan Tuhan Rabbul alamin. Apabila anda enggan melaksanakan suruhan Tuhan bererti anda ingin melawan arahan Tuhan. Sewaktu di sekolah anda tertakluk dengan undang-undang sekolah, dalam pekerjaan anda tertakluk dengan undang-undang yang di lakar oleh majikan anda, di dalam negeri anda tertakluk di bawah undang-undang negara anda. Begitu taksub sekali anda terhadap undang-undang itu hingga terlalu prihatin takut kalau melanggar undang-undang itu. Apabila anda berpijak di bumi ini, anda juga tertakluk dengan undang-undang yang telah di gubal oleh yang menjadikan bumi ini.

Setiap Sultan ada taman larangannya, begitu juga Allah swt. Taman laranganNya adalah perkara-perkara yang telah diharamkan bagi hamba-hambaNya di muka bumi ini. Sama-samalah kita memohon agar Allah swt sentiasa memberi kita petunjuk di atas jalan yang benar dan kekuatan agar sentiasa dapat menjaga lidah kita.

Monday, March 1, 2010

BILA ARTIS PUN RETI HORMAT TOK GURU

"Tok Guru Nik Aziz adalah idola saya" - Amy Search
Posted on Sunday, February 28 @ 19:31:27 PST
Dilulus untuk paparan oleh kerisSAKTI

Artikel Oleh: pria_malaya08

"28 Febuari 2010

Penulis baru pulang dari ceramah Maulidur Rasul yang diadakan di Masjid Kota Damansara..dua orang ahli panel, pertama, Pendakwah bebas, Ustaz Ahmad Dasuki Abdul Rani, dan keduanya Amy Seacrh, penyanyi adan icon rock tanah air..

Majlis dipengerusikan oleh pensyarah kanan UTM, Dr Azhar Yaakob..

Memang menarik isi2 yang dilontarkan oleh kedua-dua ahli panel..penghayatan mengenai junjungan besar nabi kita Muhammad SAW..

Penulis tidak berhajat menceritakan satu persatu apa yg diperkatakan oleh kedua2 ahli panel tersebut yang bagi menulis betul-betul menyentuh hati penulis (kisah mengenai Rasulullah)..cuma apa yg ingin dikongsi disini, Amy Serch apabila ditanyakan soalan siapakah idola beliau, beliau dengan yakinnya menyatakan idolanya adalah Tok Guru Nik Aziz, Menteri Besar kelantan merangkap Mursyidul Am PAS...

Menurut beliau Tok Guru adalah seorang yang a'lim, hidup besederhana, serta wajar dicontohi oleh orang lain..ia mendapat perhatian hadirin termasuklah pengerusi majlis..menurut pengerusi majlis, 'jika penyanyi rock pun hormat Tok Guru, siapalah Ibrahim Ali yang memperlekeh Tok Guru'..begitulah hampir bunyinya..

Sebelum majlis berakhir, seorang lagi artis yang terkenal suatu ketika dahulu, dari kumpulan Rainbow (jika tidak silap penulis) turut sempat 'meluahkan' perasaannya sebelum diberi peluang mengalunkan lagu gubahan beliau sendiri, 'Membangun Bersama Islam'..

Menurut beliau, beliau sangat mengkagumi Tok Guru dan Tok Guru adalah contoh tauladan dan ikutan yang terbaik..menurut beliau lagi, beliau pernah bertemu dengan Tok Guru suatu ketika dahulu dalam keadaan diri yg 'rock' (berpakaian rockers), namun Tok Guru tetap menyambutnya dengan 'terbuka' dan senang hati..

Begitulah sedikit sebanyak yang dapat penulis kongsikan dikesempatan ini..insyallah, berita ini akan di'hebah'kan oleh teman-teman kita yang lain (yg hadir pada malam tadi), termasuklah gambarnya yang lengkap berjubah dan berkopiah putih..wallahua'lam..

[Sumber]
http://ruangbicarapriamalaya.blogspot.com/2010/02/tok-guru-nik-aziz-adalah-idola-saya-amy.html"

Sunday, February 28, 2010

PERBEZAAN ANTARA SEBAT SIVIL DAN SYARIE

Kebelakangan ini isu yang hangat diperkatakan di media arus perdana berkaitan dengan sebatan yang dijalankan oleh pesalah pesalah bagi peruntukan dibawah bidang kuasa negeri negeri.

Belum reda isu yang melibatkan bekas model sambilan (Kartika) telah diberitakan ada pesalah yang mendahului Kartika dalam menerima hukuman sebat yang akan dijalankan, iaitu bagi kesalahan persetubuhan haram yang masing masing menerima 100 kali sebatan.

Disini penulis cuba berkongsi bagaiamana cara sebatan yang dijalankan menurut peruntukan dibawah bidang kuasa mahkamah syariah dan sivil, penulis cuba memberi sedikit gambaran perbezaan sebatan cara sivil dan syarie dijalankan.

Sebatan Sivil

1. Hukuman sebat tidak boleh dikenakan kepada banduan perempuan atau lelaki yang melebihi 50 tahun kecuali jika membabitkan jenayah seksual.
2. Hukuman sebat lebih daripada 10 kali dengan rotan ringan tidak boleh dijatuhkan kepada banduan muda iaitu yang berusia kurang 21 tahun manakala bilangan sebatan maksimum untuk mereka ialah enam kali.
3. Hukuman sebat dengan rotan hendaklah dikenakan pada punggung pesalah.
4. Rotan yang digunakan untuk pesalah dewasa tidak boleh lebih daripada 1.25 sentimeter garis pusatnya.
5. Banduan yang muda pula menggunakan rotan yang ringan.
6. Hukuman sebat tidak boleh dikenakan secara beransur-ansur.
7. Pegawai yang menjaga dan pegawai perubatan mesti hadir sewaktu hukuman dan pegawai perubatan itu hendaklah memberi arahan bagi mencegah sebarang kemudaratan.
8. Hukuman sebat tidak boleh dikenakan dalam masa 24 jam selepas hukuman dijatuhkan kecuali dengan perintah khas membabitkan hal kecemasan.
9. Pegawai perubatan boleh mengesyorkan hukuman dihentikan apabila ia perlu bagi mencegah kemudaratan kepada kesihatan banduan.
10. Jika ia berlaku, pegawai yang menjaga hendaklah menangguh atau meringankan hukuman yang masih berbaki (Utusan Malaysia 2009: 15).
(Akta Penjara 1995, Peraturan-Peraturan Penjara 2000)


Sebatan Syarie

1. Alat sebatan hendaklah diperbuat daripada rotan atau ranting kecil yang tiada ruas.
2. Panjangnya tidak lebih 1.22 meter manakala tebalnya tidak melebihi 1.25 sentimeter.
3. Bagi pesalah hamil, hukuman hendaklah dilaksanakan selepas dua bulan melahirkan anak.
4. Pesalah hendaklah diperiksa tahap kesihatannya oleh pegawai kesihatan kerajaan.
5. Sebatan tidak boleh mengenai muka, kepala, perut, dada atau bahagian sulit.
6. Pesalah lelaki disebat berdiri manakala perempuan dalam keadaan duduk.
7. Sebatan hendaklah dijalankan secara kekuatan sederhana dengan tukang sebat tidak mengangkat tangan melebihi kepala supaya tidak melukakan kulit pesakit.
8. Pegawai perubatan kerajaan akan memperakukan sama ada pesalah itu masih boleh menerima sebatan atau ditangguhkan untuk baki sebatan (Utusan Malaysia 2009: 15).
(Akta Penjara 1995, Peraturan-Peraturan Penjara 2000)

Saturday, January 30, 2010

TERLALU BANYAK KEBOBROKAN BERLAKU

ADUAN KESALAHAN DALAM TEMPOH PEMBUANGAN UNDI DAN PENGIRAAN PERJALANAN BAGI PEMILIHAN MAJLIS PERWAKILAN PELAJAR UKM SESI 09/10.

Berikut adalah antara tindakan yang telah dilakukan oleh pihak Jawatankuasa Pelaksana Pemilihan Majlis Perwakilan Pelajar di beberapa Kolej Kediaman.

Kolej Keris Mas.
1) Bermula jam 9 pagi salah seorang pelajar Fakulti Pengajian Islam Tahun 2 telah diberikan kertas undi bagi kerusi Fakulti Pengajian Islam tahun 3 sedangkan tiada pertandingan untuk kerusi Pengajian Islam tahun 2 kerana Menang Tanpa Bertanding. Merujuk kepada Perkara 29 Peraturan Pemilihan, calon yang menang tanpa bertanding akan diisytiharkan tiada pertandingan akan dijalankan. Tindakan ini jelas menyalahi peruntuntukan ini yang boleh dianggap sebagai berniat jahat tujuan mengelirukan pengundi dan seterusnya menunjukkan ketidakcekapan Jawatankuasa Pelaksana kolej ini.

1) Jawatankuasa Pelaksana Kolej telah berterusan mencatat nombor siri yang tercatat pada kertas undi walaupun telah dibantah oleh Calon dan Wakil Calon secara terhormat kepada Pengetua yang bertindak sebagai Ketua Pusat Undi dengan merujuk kepada buku Peraturan Pemilihan Majlis Perwakilan Pelajar UKM 2009. Merujuk kepada Perkara 43 (1) Peraturan Pemilihan MPP.,Kertas undi adalah rahsia dan hanya dapat dikeluarkan pada hari pembuangan undi sahaja. Lebih teruk lagi Calon dan Wakil Calon yang membuat bantahan telah ditekan dan dimarahi oleh Pegetua Kolej berkenaan. Tindakan Jawatankuasa Pelaksana di peringkat Kolej ini telah dengan jelas melanggar peruntukan dalam Peraturan ini walau dengan apa alasan sekalipun. Tindakan ini juga telah dengan jelas sebagai usaha memberikan tekanan kepada pengundi pengundi terutama pelajar pelajar tahun 1.

2) Pihak Felo telah memberikan arahan kepada JAKSA Kolej untuk membuka Kaunter SPKG yang telah menimbulkan keraguan dan ketegangan antara calon dan wakil wakil calon yang bertanding. Alasan yang digunakan untuk perkara ini adalah setiap siswa/I perlu mendaftar di kaunter SPKG tersebut dahulu sebelum mengundi dengan alasan pemberian merit untuk pelajar yang turun mengundi. Ini adalah dikira sebagai penyalahgunaan kuasa oleh felo felo untuk tujuan yang salah. Merujuk kepada Perkara 48(3)(a) Peraturan Pemilihan , adalah tidak dibenarkan untuk mewujudkan pondok pondok panas sepanjang hari pengundian. Tindakan Felo felo dan JAKSA ini jelas telah melanggar peraturan dan menimbulkan ketegangan yang gagal di tangani walaupun aduan telah dibuat kepada Jawatankuasa Pelaksana peringkat kolej.

3) Tindakan diatas juga telah menimbulkan pertelingkahan yang buruk antara calon dan wakil calon dengan pihak Pegawai Keselamatan peringkat atasan sendiri iaitu Ketua Pegawai Keselamatan yang merupakan Jawatankuasa Induk Pemilihan MPP merujuk kepada Perkara 5 (2)(i) yang bertindak bias atau berat sebelah selepas gagal menangani isu ini sehingga jam 5.00 petang.

4) Tindakan mewujudkan Kaunter SPKG ini juga telah dikesan dengan tujuan yang menyalahi Peraturan 48(3)(b) dan (c) yang mana Kaunter tersebut telah digunakan untuk berusaha meraih undi kepada pihak pihak tertentu dan juga bagi tujuan mengedar senarai nama nama calon yang bertanding. Kewujudan kaunter SPKG ini telah disahkan oleh YDP JAKSA kolej ini iaitu Saudara Faizul Imran Bin Nadzri melalui notis yang di cop olehny dan ditampal di dinding Kolej berkenaan.

5) JAKSA kolej Keris Mas juga telah bertindak memakai baju yang sama berlabel “Aspirasi” bagi tujuan meraih undi dan memberi tekanan kepada para pengundi, Calon dan Wakil Calon sepanjang tempoh hari pengundian. Perkara ini telah melanggar Perkara 48(2) yang melarang menunjukkan identiti yang melambangkan identiti sebuah kumpulan seperti pakaian, tanda nama dan lain lain. Perkara ini telah diadu dan dibantah kepada Ketua Pusat Undi iaitu Pengetua Kolej sendiri oleh calon calon tetapi tidak dapat diselesaikan malahan tekanan diberikan kepada Calon yang mengadu dan membantah.

Kolej Burhanuddin Helmi.
1) Pihak JAKSA kolej bersama beberapa kumpulan pelajar telah bertindak mengedarkan senarai nama nama calon kepada pelajar pelajar Tahun 1 sebagai tekanan meraih undi kepada pengundi. Pelajar adalah dilarang untuk memancing undi sepanjang hari pengundian dengan merujuk kepada Perkara 23 Buku Panduan Calon Pemilihan Majlis Perwakilan Pelajar 2009. Walaupun perkara ini telah dibantah oleh Calon dan Wakil CAlon, namun perkara ini masih lagi berterusan berlaku dan Wakil Calon dan Calon pula yang diberi tekanan apabila membuat bantahan.

2) Jawatankuasa Pelaksana Kolej telah berterusan mencatat nombor siri yang tercatat pada kertas undi walaupun telah dibantah oleh Calon dan Wakil Calon secara terhormat kepada Pengetua yang bertindak sebagai Ketua Pusat Undi dengan merujuk kepada buku Peraturan Pemilihan Majlis Perwakilan Pelajar UKM 2009. Merujuk kepada Perkara 43 (1) Peraturan Pemilihan MPP.,Kertas undi adalah rahsia dan hanya dapat dikeluarkan pada hari pembuangan undi sahaja. Lebih teruk lagi Calon dan Wakil Calon yang membuat bantahan telah ditekan dan dimarahi oleh Pegetua Kolej berkenaan. Tindakan Jawatankuasa Pelaksana di peringkat Kolej ini telah dengan jelas melanggar peruntukan dalam Peraturan ini walau dengan apa alasan sekalipun. Tindakan ini juga telah dengan jelas sebagai usaha memberikan tekanan kepada pengundi pengundi terutama pelajar pelajar tahun 1


3) Semasa proses pengiraan undi dijalankan, Pengetua sebagai Ketua Pusat Undi telah melakukan tindakan yang meragukan Calon dan Wakil Calon yang mengira undi. Tindakan Pengetua Kolej iaitu Prof.Madya Dr.Kadderi Md.Desa.

Kolej Tun Hussin Onn.
1) Pengundi pengundi tahun 3 Fakulti teknologi dan Sains Maklumat telah tidak dibenarkan untuk mengundi atas alasan kerusi yang dipertandingkan adalah bagi pelajar tahun 1 dan 2 sahaja. Mereka hanya diberikan 1 kertas undi sahaja iaitu bagi memilih Caloon Umum.

2) Semasa Pengiraan Undi dijalankan, tiada penyelarasan untuk memisahkan undi yang rosak. Ada diantara kertas undi yang rosak diterima tanpa sebab yang munasabah dan tanpa persetujuan daripada calon wan wakil kira undi calon.

3) Terdapat sekumpulan pelajar yang masih lagi meraih undi disekitar kawasan kolej dengan menunjukkan identity perkumpulan dan berusaha mengedar risalah senarai nama calon sepanjang hari pengundian.

Kolej Ibrahim Yaakob.
1) Jawatankuasa Pelaksana Kolej telah berterusan mencatat nombor siri yang tercatat pada kertas undi walaupun telah dibantah oleh Calon dan Wakil Calon secara terhormat kepada Pengetua yang bertindak sebagai Ketua Pusat Undi dengan merujuk kepada buku Peraturan Pemilihan Majlis Perwakilan Pelajar UKM 2009. Merujuk kepada Perkara 43 (1) Peraturan Pemilihan MPP.,Kertas undi adalah rahsia dan hanya dapat dikeluarkan pada hari pembuangan undi sahaja. Lebih teruk lagi Calon dan Wakil Calon yang membuat bantahan telah ditekan dan dimarahi oleh Pegetua Kolej berkenaan. Tindakan Jawatankuasa Pelaksana di peringkat Kolej ini telah dengan jelas melanggar peruntukan dalam Peraturan ini walau dengan apa alasan sekalipun. Tindakan ini juga telah dengan jelas sebagai usaha memberikan tekanan kepada pengundi pengundi terutama pelajar pelajar tahun 1.

2) Salah seorang pelajar tahun 2 Fakulti Sains dan Teknologi hanya diberikan kertas undi bagi memilih calon kerusi umum sahaja tanpa diberikan kertas undi Fakulti. Tindakan ini telah menimbulkan keraguan kepada pengundi, Calon dan wakil calon di kolej berkenaan.

Pusat Pembuangan Undi di Pusaneka.
1) Pusat pembuangan undi ini telah dibuka lewat iaitu sekitar jam 8.20 pagi. Ini telah menimbulkan masalah kepada pelajar pelajar yang ingin mengundi. Tempoh waktu pembuangan undi adalah dari jam 8.00 pagi hingga 5.00 petang.



Secara umumnya, terdapat banyak salahlaku yang ditelah dikesan yang dilakukan diperingkat Kolej Kediaman dan kebanyakan daripadanya gagal ditangani dengan baik oleh Pengetua yang bertindak sebagai Ketua Pusat Undi. Kebanyakan tindakan ini telah memberikan tekanan kepada para pengundi, Calon dan Wakil Calon sepanjang tempoh Pengundian dan Pengiraan Undi yang berlangsung semalam bersamaan 28 Januari 2010. Masalah catatan nombor siri ini berlaku hampir di kesemua kolej kediaman yang dikawal oleh Pengetua pengetua tetapi perkara ini tidak berbangkit sama sekali di Pusat Pembuangan Undi di Pusaneka yang diuruskan oleh Jawatankuasa Pelaksana daripada Fakulti fakulti.

Atas sebab-sebab inilah dan banyak sebab-sebab yang lain yang tidak dikemukakan diperingkat GMUKM merasakan perlu melakukan beberapa tindakan,baik dari segi rundingan dan majlis-majlis penerangan kepada mahasiswa terutamanya.

Kepada mahasiswa sekalian, marilah kita terus menyatakan sokongan kita menolak kezaliman dan penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu dalam mencatur politik kampus saban tahun.

Ayuh bersama GMUKM dalam setiap roadshow yang dilakukan di setiap kolej kediaman seluruh kampus UKM.

BERSAMA MEMIMPIN PERUBAHAN.